Jalan Takwa

Jalan takwa senantiasa berliku dan penuh tantangan. (Google Images)

Inspirasi Ayat: 

أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ () كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ

Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan?, Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).

Q.S. Al-Ma’arij ayat 39 – 39

SETIAP manusia diciptakan dari segumpal mani yang masuk dalam rahim seorang perempuan dalam sebuah proses – mohon maaf – persetubuhan. Kegiatan ini dianggap sebagai perbuatan rendah, meskipun itu berlangsung dalam sebuah ikatan pernikahan – karena saat itu manusia mengeluarkan semua nafsu birahi seperti halnya hewan. Momen ini dianggap sebagai salah satu kegiatan yang memiliki derajat rendah dalam kehidupan manusia. 

Memang ada beberapa manusia yang diciptakan tidak dalam proses ini. Nabi Adam saw diciptakan dari tanah, dan Hawa diciptakan dari tulang rusuk adam. Sedangkan Nabi Isa as diciptakan dari ruh yang ditiup dari Maryam. 

Dalam kaitan manusia diciptakan dari segumpal mani, mereka semua sama. Tercipta dari dzat yang hina dan kotor. Beberapa ahli tafsir menggunakan terminologi qadzr (قذر) yang artinya najis atau kotoran untuk merepresentasikan air mani (meskipun menurut beberapa ulama mani tidak najis – merujuk hadits Nabi saw). 

Maka dalam posisi ini semua manusia sama, dalam arti tidak memiliki keistimewaan (privilege) untuk bisa masuk surga, karena hanya jiwa-jiwa yang suci yang bisa masuk ke taman firdaus ini. 

Tazkiyatunnufus menjadi kunci agar manusia bisa mencicipi kenikmatan surgawi. Menurut ulama ahli tafsir cara ini bisa dilakukan dengan dua cara: pertama, mengimani Allah dan Rasul-nya, kedua, bertakwa: melaksanakan semua perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya. 

Di sini kita faham bahwa level ketakwaan menjadi kadar yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya. Hal ini selaras dengan firman Ilahi dalam Q.S. Al-Hujuraat ayat 13 yang berbunyi: 

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” 

Ayat di atas menunjukan sisi egaliterisme dalam ajaran Islam, bahwa derajat manusia di sisi Allah adalah sama, kecuali tingkat ketakwaannya, bukan karena status sosial, tingkat ekonomi, gender atau yang lainnya. 

Masalahnya, yang mengetahui tingkat ketakwaan seseorang adalah Allah; tidak ada seorangpun manusia – dengan bantuan alat canggih apapun – yang dapat mendeteksi level ketakwaan seseorang. Maka tersirat dari sini bahwasanya semasa di dunia semua manusia memiliki hak dan posisi yang sama. Hanya manusia saja – dengan dalih ketertiban sosial (social order) – membuat stratifikasi sosial. 

====

Dari sini kita mafhum bahwasanya setiap manusia sebaiknya selalu mawas diri dengan apa yang dia lakukan semasa hidup di dunia. Sudahkah dia beriman kepada-Nya? Sudahkah dia bertakwa dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya? 

Kita menjadi paham bahwa tidak ada jalur belakang untuk masuk surga, seperti halnya yang sering kita lakukan di dunia. Supaya antrian cepat kita membayar lebih untuk mendapatkan tiket eksekutif, sehingga kita akan mendapatkan privilege (keistimewaan). Atau lewat orang dalam, sehingga kita akan terbebas dari birokrasi yang panjang. 

Tidak, untuk masuk surga semuanya harus melalui pintu depan. 

Kalaupun kita mau mendapatkan golden pass berupa syafa’at Nabi saw atau orang-orang yang soleh, itu pun harus dilalui dengan jalur keimanan dan ketakwaan. 

Semoga Allah swt senantiasa membimbing kita menuju jalan keimanan dan ketawaan. Aamiin. 

Wallahu a’lam bisshowab. [] 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s