Tuhan yang Kejam

ADA anggapan bahwa Tuhan itu kejam karena telah menyiapkan neraka bagi makhluk-Nya yang enggan beriman kepada-Nya dan mentaati semua peraturan yang disampaikan oleh wakil-wakil-Nya di muka bumi. Bagaimana tidak? Neraka dianggap sebagai sejelek-jeleknya tempat untuk balas dendam atas kelalaian umat manusia dalam mematuhi titah yang diberikan Tuhan selama hidup di dunia. 

Asumsi ini banyak membawa orang pada ateisme, atau setidaknya agnostisisme; mereka tidak mau melirik ajakan Tuhan, dan berlari dari panggilan agama. Mereka lebih memilih menjadi pemikir bebas dan terlepas dari “belenggu” konsep Tuhan dan seperangkat aturan yang dibalut dalam baju agama. 

Lalu, apakah memang benar bahwa Tuhan itu kejam? 

Continue reading

Sains dan Ateisme

sumber: un2mu.wordpress.com

sumber: un2mu.wordpress.com

Ada beberapa alasan mengapa kaum ateis memilih untuk tidak mempercayai adanya Tuhan. Salah satunya adalah karena sains. Setelah bergelut lama dengan sains, mereka (kaum ateis) sadar bahwa alam semesta bekerja sesuai dengan fitrahnya dengan begitu sempurna. Matahari menyinari alam semesta, tumbuhan mengeluarkan oksigen di pagi hari dan karbondioksida di malam hari, bumi mengitari matahari pada porosnya, dan fenomena alam lainnya. Mereka berkeyakinan bahwa alam memiliki kekuatan untuk mengatur diri mereka sendiri tanpa adanya campur tangan dzat yang kaum beragama sebut sebagai Tuhan.

Continue reading

Atheis

hehemahita.wordpress.com

hehemahita.wordpress.com

Baru-baru ini dalam ceramahnya di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, Stephen Hawking, ilmuwan kenamaan asal Inggris, mengatakan bahwa setelah kematian tidak akan ada kehidupan. Manusia tidak akan menemukan apa yang orang beragama katakan ‘surga’ atau ‘neraka’. Dia menganalogikan manusia yang meninggal bak komputer yang mengalami korsleting karena beberapa kabelnya putus.  Tidak ada ‘balasan’ atau ‘hukuman’ atas apa yang manusia kerjakan di dunia.

Lebih jauh lagi dia memaparkan bahwa bumi ini tidak ada awalnya, dan juga tidak ada akhirnya. Dia juga menasehati kalau misalnya manusia mau tetap survive, tidak punah seperti beberapa spesies hewan dan tumbuhan, maka mereka harus mencari tempat berlindung di luar bumi. Manusia harus bermigrasi ke planet lain. Jika hal ini gagal, punahlah manusia selayaknya dinasaurus.

Continue reading