Bagai Keledai Liar Lari dari Terkaman Singa – Inspirasi Q.S. Al-Ma’arij ayat 42-43

 

Seekor keledai lari dari terkaman singa. (Pinterest)

Inspirasi Ayat: 

Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka; (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),

Q.S. Al-Ma’arij ayat 42-43

 

HIDAYAH adalah kenikmatan paling agung yang Allah anugerahkan kepada setiap kaum beriman. Bagaimana tidak? Hanya dengannya kita bisa mengecap indahnya keimanan – yang mana hal itu adalah prasyarat untuk bisa selamat dari azab neraka di kehidupan abadi kelak. 

Lihatlah orang-orang kafir – yang luput dari kenikmatan hidayah dan keimanan dalam jiwa mereka. Mereka bergegas lari pada kekufuran. Hidup mereka penuh kebencian dengan apa yang ditetapkan oleh Allah di muka bumi. 

“Hidup ini milik saya, hanya saya yang memiliki otoritas untuk mengatur apa yang harus saya lakukan dan yang saya hindari; apa yang baik dan yang buruk. Tidak ada seorangpun – termasuk Tuhan – yang boleh mengatur saya!” Ujar mereka. 

Hidup ini milik saya, hanya saya yang memiliki otoritas untuk mengatur apa yang harus saya lakukan dan yang saya hindari; apa yang baik dan yang buruk. Tidak ada seorangpun – termasuk Tuhan – yang boleh mengatur saya!

Mereka berlari kencang menjauhi hidayah Allah bagaikan keledai liar yang terkejut dan kabur dari cengkraman singa. Jika ada peringatan dan nasihat dari saudara mereka tentang tingkahnya, serta merta dia mengejek dan menertawakan. 

“Salah satu hal yang biasa dilakukan orang untuk mengancam orang-orang merdeka adalah dengan menakut-nakuti mereka dengan imajinasi azab neraka dan kehidupan akhirat,” begitu tukas mereka. 

Allah saw bersabda,

Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?; seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut; lari daripada singa.

Q.S. Al-Mudassir ayat 49 – 51

Memang menghadapi orang-orang tersebut dengan kabar hari kiamat adalah hal yang sia-sia. Bak menegakkan benang basah, usaha tersebut tidak akan mewujudkan hasil. Wajar jika Allah swt memerintahkan Nabi saw untuk membiarkan mereka larut dalam kebatilan, tenggelam dalam kekufuran, sampai datang kepada mereka hari yang dijanjikan. 

Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka; (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),

Q.S. Al-Ma’arij ayat 42-43 

Tidak perlulah kita susah-susah menghabiskan waktu untuk menasihati mereka. Kalaupun kita mau berperan dalam mengajak mereka hanya uswah hasanah yang bisa kita perlihatkan. Selebihnya adalah domain Allah swt untuk memberikan nikmat hidayah atau memberikan azab yang dijanjikan. Wallahu a’lam. [] 

One thought on “Bagai Keledai Liar Lari dari Terkaman Singa – Inspirasi Q.S. Al-Ma’arij ayat 42-43

  1. Pingback: Akhirnya Orang Kafir Bertemu dengan Janji Allah swt – Q.S. Al-Ma’arij ayat 36 – 44: Ulasan Kitab Tafsir | Komunitas Al-Muhajirin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s