Percaya pada Hari Akhir – Kandungan Q.S. Al-Ma’arij ayat 26

dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

Al-Ma’arij: 26

SIFAT keempat yang mengeluarkan seseorang dari fitrahnya yang selalu gelisah dan tamak adalah kesediaan untuk percaya atas kabar gaib tentang hari pembalasan. Nalar rasional selalu menolak eksistensi kehidupan setelah kematian, akan tetapi berita dari “langit” memberitahukan hal yang berbeda. Dan ternyata, kepercayaan ini berimplikasi pada bagaimana kita bersikap di kehidupan sekarang. 

Baca juga: Agar Terhindar dari Kegelisahan dan Ketamakan

Buya Hamka menyampaikan kepercayaan ini akan menjadi control system yang mengerem kehendak bebas yang dimiliki manusia. Manusia model ini akan sadar bahwa apa yang dia perbuat di dunia akan berimplikasi pada nasib mereka di kehidupan yang kedua. Untuk itu, dia akan selalu menyelaraskan hidupnya supaya tidak masuk dalam kubangan perbuatan-perbuatan maksiat yang desktruktif. 

Pernyataan Hamka tersebut sesuai dengan pernyataan Maroghi yang melihat bahwa keimanan sejati adalah keselarasan antara apa yang dikerjakan dengan apa yang dikatakan dan diyakini. Orang yang beriman pada hari pembalasan akan mengerjakan amalan yang berimplikasi baik dan menjauhi hal-hal yang bisa menghadirkan azab di akhirat. Ini adalah sebuah harmoni indah: keselarasan antara keyakinan, pikiran dan amalan. 

Manusia yang percaya akan adanya hari pembalasan berusaha bagaimana mengembalikan semuanya pada tuntunan Ilahi. Seberat apapun beban yang harus dia pikul, dia akan yakin bahwa itu berasal dari-Nya. Maka kegelisahan yang berlebih adalah sesuatu yang sia-sia. 

Baca juga: Dahsyatnya Siksa Neraka 

Sebaliknya, ketika dia ditakdirkan dengan kehidupan yang lapang, maka dia tidak akan melihatnya sebagai sebuah alasan untuk hidup penuh kepongohan, karena sejatinya semua berasal dari kasih sayang Allah swt. Dia tidak akan berpikir panjang untuk menggunakan previlege yang dia miliki untuk melakukan kerja-kerja kemanusiaan sebagai usaha mendekatkan diri kepada Allah dan empati kepada sesama manusia. Wallahu a’lam. [] 

Podcast: Agar Terhindar dari Kegelisahan dan Ketamakan

Dahsyatnya Siksa Neraka – Ulasan Kitab Tafsir Q.S. Al-Ma’arij Ayat 8 – 18

Pada ayat selanjutnya, Allah s.w.t mendeskripsikan secuil gambaran dahsyatnya hari kiamat. Dengan menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh manusia, Allah s.w.t menggambarkan bahwa pada hari kiamat langit terbelah bagaikan lelehan perak (muhl). Ia bak perak atau logam lainnya (mis, tembaga dan timah) yang dicairkan dan melebur serta tidak keras lagi. 

Continue reading

Gambaran Kiamat

kiamat1

Dalam perspektif al-Quran kiamat selalu digambarkan mirip dengan bencana besar yang sering terjadi di muka bumi seperti gempa, gunung meletus, tsunami, dll.

Dalam Q.S. Al-Zilzalah, misalnya, kiamat digambarkan dengan proses gempa di mana bumi berguncang dengan keras dan mengeluarkan segala isinya baik itu dari bahan mineralnya sampai orang-orang yang mati terkubur di dalamnya. Semuanya dikeluarkan dari perut bumi.

Gambaran sedikit berbeda terlihat dalam Q.S. Al-Qari’ah yang lebih menggambarkan kiamat dengan meletusnya gunung merapi sehingga memuntahkan dan menerbangkan semua isinya seperti kapas.

Namun dari semuanya, kiamat nampaknya akan ditandai dengan bencana besar yang bisa jadi itu merupakan akumulasi dari keserakahan manusia dalam mengeksplorasi bumi secara berlebihan.