Baik vs. Buruk

Gambar

61. Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”

62. Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.

63. Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.

64. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

65. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”.

***

Narasi kehidupan selalu menyodorkan dua koin yang saling bertolak belakang, bahkan saling berjauhan bagaikan dua kutub magnet yang berbeda. Kita seringkali menamakannya kebaikan dan keburukan. Kebaikan adalah representasi malaikat yang selalu patuh dan tunduk atas perintah Tuhan, sedangkan keburukan adalah deskripsi iblis yang konstan ingkar terhadap keputusan Sang Maha Kuasa.

Pada awalnya, hanya ada satu sisi dalam dunia ini yaitu kebaikan; suatu sikap patuh terhadap kebijaksanaan Tuhan, namun ditandai dengan keengganan iblis untuk melaksanakan perintahNya, keburukan itu lahir. Semenjak itu, keburukan senantiasa merongrong seteru abadinya sampai matahari berhenti bersinar.

Tentunya, yang patut waspada adalah manusia. Lho kok? Berawal dari dendam, iblis meminta izin kepada Tuhan untuk menjerumuskan manusia pada jurang keburukan dan kenistaan dan Dia mengizinkannya. Iblis pun berjanji untuk melakukan misinya ini dengan serius dan solid, bahkan mengerahkan seluruh bala tentaranya. Walhasil, kita lihat sendiri banyak manusia yang lebih memilih jalan keburukan daripada kebaikan. Padahal mereka sudah tahu konsekuensinya.

Pertarungan baik dan buruk adalah sunatullah; yang akan mewarnai kehidupan manusia dari awal sampai akhir zaman. Manusia pertama yang terlibat dalam seteru ini adalah Adam dan Hawa, dimana mereka sempat terperdaya, meskipun akhirnya selamat, karena mereka menjadikan Allah sebagai Penjaganya. Namun, sayang, banyak cucu dan cicit Adam yang tak mampu selamat dari tipu daya iblis.

Akhirul kalam, hanya orang-orang yang menjadikanNya sebagai penjagalah yang akan selamat dari pertarungan ini. Semoga kita berada dalam golongan ini, amin.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s