Sains dan Ateisme

sumber: un2mu.wordpress.com

sumber: un2mu.wordpress.com

Ada beberapa alasan mengapa kaum ateis memilih untuk tidak mempercayai adanya Tuhan. Salah satunya adalah karena sains. Setelah bergelut lama dengan sains, mereka (kaum ateis) sadar bahwa alam semesta bekerja sesuai dengan fitrahnya dengan begitu sempurna. Matahari menyinari alam semesta, tumbuhan mengeluarkan oksigen di pagi hari dan karbondioksida di malam hari, bumi mengitari matahari pada porosnya, dan fenomena alam lainnya. Mereka berkeyakinan bahwa alam memiliki kekuatan untuk mengatur diri mereka sendiri tanpa adanya campur tangan dzat yang kaum beragama sebut sebagai Tuhan.

Dalam sebuah media online, Karl Karnadi, pendiri web “Anda Bertanya Ateis Menjawab” mengungkapkan alasan utama mengapa dia menjadi ateis. Dia bertransformasi menjadi seorang ateis setelah bergumul dengan teori-teori tentang alam semesta dan berkesimpulan bahwa tidak ada tuhan di dunia ini.

Pada titik ini alam telah membuat mereka tersesat, dan tak mampu mengenali cahaya hidayah Allah, baik yang berasal dari alam itu sendiri, maupun dari wahyu Allah melalui kitab-kitabNya.

Allah sendiri telah memberikan jawaban terhadap alasan kaum ateis ini:

“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengna memujiNya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”

QS. Al-Isra’ : 44

Dalam pandangan Al-Quran keteraturan alam semesta adalah bentuk dari tasbih alam terhadap Pencipta mereka. Ketika bumi berputar pada porosnya, hakikatnya, itu adalah bentuk penyucian bumi terhadap Tuhannya, Allah. Alam semesta, seluruh isinya dan ketelitiannya adalah bukti dari adanya Tuhan dan seharusnya menjadi hidayah bagi umat Manusia. Namun sayang, kaum ateis ditutup hatinya dan disumbat telinganya untuk mengenali hidayah ini.

“dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menebut Tuhanmu saja dalam al-Quran, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci).”

QS. Al-Isra’ : 44

Selain eksistensi Tuhan, kaum ateis juga mempertanyakan adanya kebangkitan setelah kematian. Dengan tegas mereka menolak anggapan ini. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, saya mengutip pendapat fisikawan Inggris ternama, Stephen Hawking yang berpendapat bahwa bak komputer yang putus kabelnya, manusia pun selesai setelah kematian. Tidak ada kehidupan setelahnya. Hal ini wajar, karena mereka menganut faham empirisme dan rasionalisme di mana segala hal mesti terbukti secara indrawi dan masuk akal. Bagaimana kita membuktikan kebangkitan secara empiris? Bagaimana kita merasionalkan kebangkitan? Sangat sulit memang.

Al-Quran sendiri memiliki jawaban atas pertanyaan ini. Al-Quran mengatakan sangat mungkin manusia dibangkitkan dari kematian, mengingat manusia juga sebelumnya dibangkitkan dari ketiadaan. Kalau memang manusia dibangkitkan dari ketiadaan yang pertama kali mengapa mereka mustahil dibangkitkan untuk yang kedua kalinya? Lalu siapa yang membangkitkannya setelah kematian? Tentunya adalah Dzat yang membangkitkannya untuk pertama kalinya, yaitu Allah. Begitulah al-Quran menjawabnya.

“Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”

Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi,

atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu”. Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama”. Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,

Wallahu A’lam bil murad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s