Dahsyatnya Siksa Neraka – Ulasan Kitab Tafsir Q.S. Al-Ma’arij Ayat 8 – 18

Pada ayat selanjutnya, Allah s.w.t mendeskripsikan secuil gambaran dahsyatnya hari kiamat. Dengan menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh manusia, Allah s.w.t menggambarkan bahwa pada hari kiamat langit terbelah bagaikan lelehan perak (muhl). Ia bak perak atau logam lainnya (mis, tembaga dan timah) yang dicairkan dan melebur serta tidak keras lagi. 

Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak, (8)

Para ulama berbeda pendapat tentang makna “muhl” dalam ayat ini. Ibnu Abbas mengatakan bahwa zat itu adalah cairan minyak zaitun, sedangkan Atho’ mengatakan itu adalah tar (semacam logam) yang keruh. Hasan seperti yang dikutip oleh Fakhruddin Ar-Razi mengatakan bahwa benda itu adalah perak yang melepuh. 

Apapun itu, hal ini menggambarkan langit yang sekarang kita lihat kokoh berdiri menjulang menjadi lembek, tidak bersatu padu seperti logam yang mencair dan cairan minyak saat kiamat datang. 

dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), (9)

Begitu juga dengan gunung-gunung yang beterbangan bak wol yang diterpa angin. Anda bisa membayangkan, gunung yang kuat dan kokoh, bisa terbang ditiup angin seperti bulu wol yang memang beratnya ringan. Itu menggambarkan dahsyatnya kejadian hari kiamat sebagai bencana alam paling dahsyat dalam sejarah manusia. 

Secara bahasa “‘ihn” adalah wol (bulu domba) yang dicelup putih. Al-Qur’an menggunakan tasybih ini untuk menunjukan betapa gunung yang kuat dan kokoh dapat berubah menjadi ringan karena dahsyatnya hari kiamat. 

dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya (10), sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya (11), dan isterinya dan saudaranya (12), dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia) (13). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya (14).

Sialnya, ketika kiamat datang (dan setelahnya berlanjut dengan alam akhirat), tidak ada yang mampu membantu kita, bahkan teman karib pun tidak mau menyapa. Semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing, memikirkan nasib mereka setelah masa penghisaban. Hubungan kekerabatan, baik itu sedarah ataupun tidak, menjadi tidak berguna, karena semua orang tidak bisa menjamin satu sama lain. 

Baca juga: Tentang Kesendirian di Alam Akhirat: Hanya Amal Saleh yang Mampu Menyelamatkan Kita

Yang lebih mengkhawatirkan adalah keadaan orang kafir. Mereka yang selama hidup di dunia mendustakan apa yang mereka sedang hadapi saat itu yakin benar bahwa kebinasaan dan siksa pedih akan segera mereka temui. Maka, segala upaya mereka lakukan agar bisa selamat dari dahsyatnya siksa neraka. 

Salah satunya adalah dengan mengorbankan kerabat mereka – anak, istri, saudara, keluarga, bahkan seluruh umat manusia – agar menjadi tebusan atas kesalahan yang mereka perbuat di dunia. Tentu saja, itu hanya sekedar keinginan mereka, dan tidak mungkin Allah swt mengabulkannya. 

Prof. Wahbah Zuhaili menuliskan beberapa ayat peringatan yang memastikan bahwa keinginan orang kafir itu tidak mungkin terwujud. Di antaranya: 

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” Q.S. Luqman ayat 33.

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).” Q.S. Fathir ayat 18.

“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.” Q.S. Al-Mukminun ayat 101.

“pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” Q.S. Abbasa ayat 34 – 37 

Maka jelaslah, kerabat terdekat tidak memiliki kuasa untuk menyelamatkan kita di akhirat. Hanya amalan selama di dunia dan kasih sayang-Nya yang mampu membawa kita pada keselamatan di alam akhirat. 

Dari penjelasan ayat-ayat di atas Prof. Wahbah Zuhaili mendeskripsikan hari kiamat sebagai berikut: “langit meleleh seperti luluhan perak, gunung-gunung seperti wol yang berterbangan, kerabat tidak saling bertanya satu sama lain, orang kafir ingin selamat dari azab neraka meskipun itu dengan mengorbankan kerabat mereka, tapi hal itu tidak bisa menyelamatkan mereka.”

Neraka jahannam adalah api yang sangat panas dan memiliki efek destruktif yang sangat kuat. Ia mengelupaskan kulit kepala, tangan, dan kaki sehingga terlepaslah kulit dari tulang. 

Dahsyatnya Siksa Neraka yang Disiapkan untuk Orang-orang yang Berpaling dari Kebenaran 

Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak (15), yang mengelupas kulit kepala (16)

Penebusan dosa yang dilakukan oleh kafir jelas ditolak, dan mereka harus siap menghadapi siksa neraka. Ini adalah bagian terburuk dari ayat Al-Qur’an yang menunjukan betapa mahalnya harga yang harus dibayar jika kita berpaling dari kebenaran Ilahi. 

Sudah banyak ayat tentang deskripsi pedihnya siksa neraka. Dalam ayat ini ditegaskan lagi akan hal itu. Neraka jahannam adalah api yang sangat panas dan memiliki efek destruktif yang sangat kuat. Ia mengelupaskan kulit kepala, tangan, dan kaki sehingga terlepaslah kulit dari tulang. 

Parahnya lagi, setelah semuanya hangus terbakar, anggota tubuh tersebut kembali utuh seperti sedia kala, agar siksaan pedih itu bisa dilakukan secara berulang-ulang. Hal ini seperti yang digambarkan dalam Q.S. Annisa ayat 56 yang berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 

Ar-Razi mengatakan bahwa “taladza” adalah nama lain dari neraka. Ia diambil dari kata “naron taladza (api yang membara)” seperti yang termaktub dalam Q.S. Al-Lail ayat 14, “Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.”

yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama) (17), serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya (18).

Neraka memanggil anak-anaknya (para penghuninya), seakan-akan dia berkata, “kemarilah, kemarilah!”. 

Siapakah yang dipanggil oleh neraka? Dalam keterangan ayat ini disebutkan ada dua golongan yang mendapatkan panggilan “spesial” ini; golongan pertama adalah mereka yang berpaling dari kebenaran agama, yaitu keimanan kepada Allah s.w.t; sedangkan golongan kedua adalah mereka yang menumpuk harta, dan tidak menggunakannya di jalan Allah s.w.t. 

Lalu bagaimanakah neraka memanggil para penghuninya? Ar-Razi menyampaikan beberapa kemungkinan: 

Pertama, neraka memang memilki juru bicaranya tersendiri, yang memanggil para calon penghuni neraka untuk segera masuk. 

Kedua, Allah s.w.t menciptakan ucapan tersendiri yang berbunyi dengan jelas, “ke sini wahai orang kafir! Ke sini wahai orang munafik!” Lalu neraka mengambilnya bak biji yang ditangkap oleh sekawanan burung. 

Ketiga, yang memanggil adalah penjaga neraka, tapi dinisbatkan pada neraka secara keseluruhan. 

Keempat, memanggil ini berarti merusak seperti dalam pepatah Arab, “Allah memanggilmu,” yang artinya “Allah merusakmu.” 

Semoga Allah s.w.t menyelamatkan kita dari pedihnya api neraka. Amin. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s