Di Balik Ancaman Siksa Neraka

Ancaman siksa neraka adalah bentuk kecintaan Allah swt untuk mengingatkan umat manusia agar beriman dan bertakwa (jokowarino.id)

SAYA melihat ancaman yang Allah swt sampaikan di dalam Al-Qur’an berupa gambaran siksa pedih di neraka bagi mereka yang tidak mau percaya dengan risalah-risalah agama (baca: orang-orang kafir) adalah bentuk kecintaan Allah swt kepada umat manusia. 

Ini bisa dilihat dari tafsiran beberapa ayat tentang sikap yang hendaknya Rasul saw lakukan ketika menghadapi cemoohan dan resistensi dari kaum kafir. Ketika penolakan semakin kentara, alih-alih melawan, Allah swt justru memerintahkan Rasul saw untuk tidak perlu ambil pusing, tetapi fokus pada tugas dakwah yang diemban. 

Q.S. Al-Ma’arij ayat 42 menggambarkan hal ini dengan baik, 

Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,

Beberapa ulama ahli tafsir mengatakan bahwa pembiaran ini adalah bentuk penangguhan siksa bagi kaum kafir, di mana mereka akan terlena dalam kekufuran sampai datang hari yang dijanjikan. Dalam menafsirkan ayat ini, Syekh Abu Bakr Jabir Al Jazairi melihat sikap ini adalah bentuk “ancaman” tersembunyi dari Allah swt bagi kaum kafir, sehingga mereka terlena dalam kubangan kekufuran sampai tiba saat hari pembalasan. 

Begitu juga dengan Al-Maraghi yang melihat bahwa instruksi untuk membiarkan kaum Kafir – alih-alih melawan mereka – adalah suatu cara di mana Allah swt menghinakan mereka supaya tetap berada dalam kekufuran sampai tiba hari pembalasan. Dalam beberapa ayat hal ini dinamakan istidraj. 

Dari penjelasan di atas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa gambaran tentang siksa pedih di neraka yang banyak diulas dalam Al-Qur’an tidak lain adalah bentuk kecintaan Allah swt kepada umat manusia, supaya mereka tersadar dari awal, sehingga akan lekas berlari menuju pada kebaikan. Bak seorang ibu yang mengingatkan anak-anak nya, peringatan Allah swt dalam Al-Qur’an adalah bentuk kecintaan kepada kita agar tidak terjerumus pada siksa neraka. Wallahu a’lam. [] 

One thought on “Di Balik Ancaman Siksa Neraka

  1. Pingback: Akhirnya Orang Kafir Bertemu dengan Janji Allah swt – Q.S. Al-Ma’arij ayat 36 – 44: Ulasan Kitab Tafsir | Komunitas Al-Muhajirin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s