Tujuan diturunkannya Alquran di muka bumi – Ulasan Kitab Tafsir – Q.S. Al-Qalam 51 – 52

Kaum Kafir Quraisy sudah kehabisan akal melihat masifnya dakwah Rasul saw. Segala bentuk perlawanan yang digencarkan oleh mereka tidak membuat beliau ciut lantas menghentikan kegiatannya.

Salah satu yang membuat mereka takjub adalah al-Quran yang berisi konten-konten di luar kecerdasan manusia pada masa itu. Bagaimana mungkin seorang Muhammad yang ummi (illiterate) bisa ‘menghasilkan’ syair-syair yang menawan dan sarat makna. Untuk itu, mereka menyebarkan fitnah di kalangan kaum Quraisy bahwasanya Nabi saw memiliki gangguan mental. Padahal, itu tidak lain adalah bentuk keputusasaan mereka.

keterangan: mata yang menghipnotis

Segala daya dilakukan untuk menghentikan dakwah Nabi saw. Termasuk penggunaan hipnotis mata. Hampir saja Rasul saw celaka oleh serangan ini, namun, qadarullah, Allah swt melindungi beliau dari tipu daya ini.

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa orang yang menghipnotis Nabi saw adalah seorang laki-laki dari Bani Asad.

Wahbah az-Zuhaili mengonfirmasi tentang kemungkinan hipnotis dengan tujuan mencelakakan orang lain. Beliau merujuk pada hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr dan al-Hafidz Abu Bakar al-Bazzar. Dan ternyata, di zaman modern sekarang ini, kita sering melihat orang-orang yang menggunakan hipnotis untuk tujuan-tujuan negatif.

Kembali lagi terhadap tuduhan gila kepada Rasul saw. Kafir Quraisy sangat membenci Nabi saw dan kebencian ini akan semakin membuncah ketika mendengar ‘syair-syair’ yang Nabi saw menyebutnya sebagai Alquran. Mereka akan menyebut Nabi saw gila karena ‘menciptakan’ sebuah ‘karya sastra’ yang beyond the age. Dan tuduhan ini dibantah langsung dengan turunnya wahyu tentang tujuan diturunkannya Alquran di muka bumi seperti yang tertulis dalam petikan terakhir surat Al-Qalam yang berbunyi, “Padahal Alquran itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.” []