Rezeki Bukan Apa yang Kita Cari

 

SEBAGAI seorang Muslim, kita harus yakin bahwasanya rezeki itu bukan tentang kerja keras yang kita lakukan, akan tetapi tentang rida Allah swt untuk membukakannya pada kita. Tetaplah bekerja keras sembari mengokohkannya dengan curahan doa di setiap penghujung salat. []

Inspirasi Ayat: Al-Mulk (67: 30)

Advertisements

Allah Maka Kuasa Terhadap Segala Sesuatu – Ulasan Kitab Tafsir – Q.S. Al-Mulk (67, 20-21)

kabarmakkah.com

Sesungguhnya tidak ada satu orang pun yang menjadi penolong yang dapat menahan azab yang diturunkan oleh Allah swt jika Dia berkehendak, termasuk tuhannya orang-orang kafir. Hanya Allah swt lah – dengan sifat rahman-Nya – yang memiliki kuasa untuk melakukan itu semua.

Sesungguhnya tidak akan ada orang yang mampu mencegah ketika Allah swt berkendak untuk tidak menurunkan rezeki-Nya bagi umat manusia, termasuk tuhannya orang-orang kafir yang tidak memiliki kuasa sedikit pun. Allah swt – dengan sifat rahman-Nya – mencurahkan nikmat kepada setiap makhluk-Nya tanpa melihat apakah dia orang yang suka berbuat kebaikan atau orang yang suka berbuat maksiat, burung-burung di langit dan hewan-hewan di bumi. Semuanya merata mendapatkan nikmat dari-Nya.

Sayangnya, orang-orang kafir tetap dalam keadaan tertipu dan terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri dari kebenaran.

Menurut Al-Maroghi sesungguhnya mereka mengetahui itu semua dengan sebenar-benarnya, akan tetapi mereka tetap menyembah selain Dia. Perbuatan mereka ini tidak lain adalah pertentangan, kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran, dan yang menyebabkan mereka berani untuk berbuat seperti ini adalah bisikan setan yang menipu mereka, sehingga mereka menyangka bahwa tuhan-tuhan mereka akan memberi manfaat, menolak bencana dari mereka.

Dalam konteks modern, banyak manusia yang menuhankan ilmu pengetahuan. Mereka percaya, bahwasanya semakin canggih perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka semakin mereka tidak memerlukan kehadiran tuhan. Mereka yakin bahwasanya hal itu dapat menjauhkan mereka dari marabahaya yang selama ini ditakutkan oleh umat manusia seperti kelaparan dan bencana alam. Faktanya, iptek tetap tidak dapat mencegah manusia dari marabahaya berupa kelaparan akibat resesi ekonomi dan bencana alam.

Menurut Ar-Razi penyebab dari keengganan kaum kafir dalam menerima kebenaran ada dua: kekuatan yang berasal dari harta dan kekuasaan serta keyakinan bahwa berhala mereka (termasuk ilmu pengetahuan) dapat memberikan kebaikan dan mencegah dari semua kerusakan. Dan Allah swt menyanggah pendapat mereka ini dengan turunnya kedua ayat ini. (*)