Sinopsis Q.S. Al-Qalam (68: 10-8)

inspirasi.co

ALLAH swt memulai surat ini dengan huruf “nun” yang mana para ulama berselisih pendapat tentang maknanya mengingat tidak ada nash – baik dari al-Qur’an maupun dari sunnah Rasul saw – yang berbicara secara eksplisit tentang hal ini. Perselisihan pendapat ini tentu sendirinya akan selesai ketika kita mengembalikan makna sebenarnya kepada Allah swt yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Lalu, Allah swt bersumpah dengan pena, di mana para malaikat menggunakannya untuk menulis takdir seluruh ciptaan-Nya di Lauhul Mahfudz, bahwa Nabi Muhammad saw – berkat nikmat dan karunia-Nya berupa risalah kenabian – tidaklah gila seperti apa yang dituduhkan oleh para Kafir Quraisy.

Rasul saw mendapatkan limpahan nikmat yang tidak terputus dari-Nya berupa akhlak/agama yang agung. Dari sini dapat kita melihat siapa sebenarnya yang gila – pribadi Nabi Muhammad saw atau para kafir Quraisy.

Tentunya, hanya Allah swt yang memiliki otoritas untuk menentukan siapa di antara manusia yang sesat dan siapa yang mendapatkan petunjuk. []