Tuhan yang Kejam

ADA anggapan bahwa Tuhan itu kejam karena telah menyiapkan neraka bagi makhluk-Nya yang enggan beriman kepada-Nya dan mentaati semua peraturan yang disampaikan oleh wakil-wakil-Nya di muka bumi. Bagaimana tidak? Neraka dianggap sebagai sejelek-jeleknya tempat untuk balas dendam atas kelalaian umat manusia dalam mematuhi titah yang diberikan Tuhan selama hidup di dunia. 

Asumsi ini banyak membawa orang pada ateisme, atau setidaknya agnostisisme; mereka tidak mau melirik ajakan Tuhan, dan berlari dari panggilan agama. Mereka lebih memilih menjadi pemikir bebas dan terlepas dari “belenggu” konsep Tuhan dan seperangkat aturan yang dibalut dalam baju agama. 

Lalu, apakah memang benar bahwa Tuhan itu kejam? 

Kalau memang Tuhan kejam, kenapa Dia harus “berpayah-payah” mengirimkan rasul-Nya (para malaikat) dan manusia-manusia terpilih (para nabi dan ulama) untuk memberikan kabar tentang Tuhan dan seperangkat asosiasi yang berkaitan dengan-Nya. Melalui lisan mereka, jauh-jauh Tuhan telah mewanti-wanti, bahwa akan ada konsekuensi apabila umat manusia tidak mengindahkan kabar-kabar tersebut. 

Tuhan juga sesekali memberikan tanda-tanda akan kebenaran wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul-Nya, berupa mukjizat dan fenomena alam berupa wabah dan musibah, seakan itu semua memperingatkan manusia bahwasanya ada Kekuatan Besar di luar sana dan bergerak secara tidak kasat mata, sehingga patutlah mereka untuk mengindahkan kabar dari para rasul tersebut. 

Kalau Tuhan memang kejam, kenapa manusia masih diberikan pilihan untuk taat atau ingkar atas risalah yang dibawa para nabi? Bisa saja Allah menjadikan seluruh umat manusia kufur terhadap-Nya, sehingga mereka semua bisa langsung dibinasakan. Tapi Dia lebih memilih untuk memberikan kehendak bebas (free will) bagi umat manusia untuk ikut atau tetap tinggal dalam kekufuran. 

Jika memang Tuhan kejam, kenapa Dia merasa perlu untuk menggambarkan siksa neraka kepada makhluk-Nya dan memberikan peringatan tentang konsekuensi atas pilihan pembangkangan ini. Deskripsi tersebut disajikan dengan narasi mengerikan supaya manusia sadar bahwa pilihan untuk menolak Tuhan adalah sejelek-jeleknya keputusan. 

Lalu, apakah memang benar bahwa Tuhan itu kejam? [] 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s