Menikmati Usaha

TUHAN tidak pernah meminta kita menang, tapi menyuruh kita untuk berjuang; menggunakan semua sumber daya yang kita punya untuk meraih apa yang hendak dicapai. 

Tentu, ini tidak untuk dijadikan apologi bagi kekalahan yang terus menerus kita dapatkan, sehingga kita lengah untuk melakukan evaluasi. Bagian akhir dari perjuangan yaitu evaluasi program adalah salah satu kegiatan yang tidak terpisahkan dari usaha kita untuk meraih tujuan-tujuan perjuangan. 

Continue reading

Penjelasan Tafsir Jalalain Q.S. Nuh ayat 5 – 20 (Bagian Kedua): Minta Ampunlah kepada Tuhanmu, Sesungguhnya Dia Maha Pengampun

10. maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

13. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?

14. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.

15. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?

16. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,

18. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.

19. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,

20. supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”.

Continue reading

Tuhan yang Kejam

ADA anggapan bahwa Tuhan itu kejam karena telah menyiapkan neraka bagi makhluk-Nya yang enggan beriman kepada-Nya dan mentaati semua peraturan yang disampaikan oleh wakil-wakil-Nya di muka bumi. Bagaimana tidak? Neraka dianggap sebagai sejelek-jeleknya tempat untuk balas dendam atas kelalaian umat manusia dalam mematuhi titah yang diberikan Tuhan selama hidup di dunia. 

Asumsi ini banyak membawa orang pada ateisme, atau setidaknya agnostisisme; mereka tidak mau melirik ajakan Tuhan, dan berlari dari panggilan agama. Mereka lebih memilih menjadi pemikir bebas dan terlepas dari “belenggu” konsep Tuhan dan seperangkat aturan yang dibalut dalam baju agama. 

Lalu, apakah memang benar bahwa Tuhan itu kejam? 

Continue reading

Wujud Tuhan

BAGAIMANA Tuhan menerangkan umat manusia bahwasanya Dia itu ada, sedangkan Dia tidak pernah wujud secara langsung di hadapan mereka? 

Tuhan “hadir” melalui rangkaian ciptaan-Nya yang sempurna; manusia yang tercipta melalui tahapan-tahapan yang jelas, langit yang diciptakan bertingkat-tingkat tapi tidak pernah saling bertabrakan, bumi yang terhampar luas dan tersedia untuk kesejahteraan manusia. Makhluk-makhluk ini merefleksikan keagungan dan kedigdayaan Tuhan. 

Continue reading

Manusia Sempurna

SALAH satu sifat kesempurnaan manusia adalah keinginan untuk beriman kepada Zat Maha Tinggi yang memiliki kuasa atas semua makhluk di alam semesta. Sikap ini bukan menunjukan kehinaan ras manusia, akan tetapi merefleksikan adab agung, yaitu penghormatan kepada Zat yang telah menjadi sebab atas wujudnya manusia di muka bumi. 

Continue reading

Penjelasan Tafsir Jalalain Q.S. Nuh 5 – 20 (Bagian Pertama): Kerja Keras Nuh dan Penolakan Kaumnya

5. Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, 

6. maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). 

7. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.

8. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,

9. kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,

Continue reading