Tadabbur Penciptaan Alam Semesta

 

Inspirasi ayat Al-Quran: Q.S. Nuh ayat 13-20

Salah satu cara mengagungkan Allah s.w.t adalah dengan beriman kepada-Nya serta tunduk kepada seluruh aturan yang telah ditetapkan-Nya melalui perantara para rasul di muka bumi. 

Allah s.w.t telah memberikan banyak bukti, betapa Dia memang Tuhan yang layak disembah, bukan berhala-berhala yang tidak berdaya itu, atau manusia-manusia saleh yang “diangkat” menjadi tuhan oleh segelintir manusia. Dia memiliki keagungan yang tidak dimiliki oleh zat selain diri-Nya, laitsa kamitslihi syaiun, tak ada sesuatu apapun yang menyerupai-Nya. 

Bukti keagungan Tuhan terlihat dari “karya-karya”-Nya, yaitu alam semesta dan seisinya. Mari kita lihat proses penciptaan manusia; bermula dari air mani (nuthfah), bermetamorfosis menjadi segumpal darah (‘alaqoh), yang berubah bentuk menjadi segumpal daging (mudhgoh), dan mengeras menjadi tulang (izom) dan daging (lahm), sampai terwujudlah manusia sempurna berwujud bayi mungil lahir ke dunia. 

Insan tersebut melewati fase-fase berbeda dalam kehidupannya; masa kanak-kanak, lanjut ke fase remaja, beranjak ke fase dewasa, sampai datanglah usia lansia dan bersiap untuk kembali kepada-Nya. 

Yang asalnya dari tanah akan kembali ke tanah; yang mulanya tiada menjadi ada dan kembali ke ketiadaan sampai dibangkitkan lagi menuju alam ke alam keabadian. Allah Maha Kuasa untuk membangkitkan orang mati untuk hidup kembali, seperti halnya dia mampu menciptakan manusia dari ketiadaan. 

Manusia diciptakan tidak dengan tangan kosong, akan tetapi dibuatkanlah lingkungan di mana dia tinggal. Ada langit yang diciptakan bertingkat-tingkat, akan tetapi tidak bertabrakan satu sama lain. Di dalam langit-langit tersebut ada bulan yang menjadi cahaya (nur) dan matahari yang menjadi lentera (siraj) yang menerangi muka bumi. Tanpa kehadiran matahari, akan sangat sulit bagi manusia untuk bertahan hidup. 

Tidak cukup di situ, Allah s.w.t menciptakan tumbuhan-tumbuhan dari atas tanah, sehingga manusia bisa mengambil manfaat darinya. Dari tanah itu, manusia diciptakan, dan ke tanah itu juga manusia akan kembali. 

Dan yang lebih penting, bumi yang mana manusia itu tinggal diciptakan berbentuk hamparan yang sangat luas, sehingga manusia bisa berjalan di atasnya, dan menjemput rezekinya untuk bertahan selama ribuan tahun. 

Penciptaan manusia dan alam semesta yang begitu sempurna ini sejatinya mampu mengantarkan manusia pada jalan keimanan, karena itu semua tercipta tidak mungkin dengan sendirinya, akan tetapi ada Zat di baliknya. 
Semoga Allah s.w.t memberikan kesempatan bagi kita untuk bisa mentadabburi indahnya makhluk-Nya sebagai wasilah untuk menjemput hidayah-Nya. Amiin. []

Penjelasan Tafsir Jalalain Q.S. Nuh ayat 1 – 4

2 thoughts on “Tadabbur Penciptaan Alam Semesta

  1. Pingback: Keragaman Strategi Dakwah | Komunitas Al-Muhajirin

  2. Pingback: Ayat-ayat Semesta | Komunitas Al-Muhajirin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s