Visi Kebahagiaan

Kebahagiaan tidak selamanya tentang uang (Pinterest).

Sejatinya seorang mukmin tidak akan pernah bersedih tatkala menemui kesulitan hidup, karena pada hakikatnya, dia telah dijanjikan kebahagiaan oleh Allah s.w.t di hari pembalasan kelak. 

Coba anda bayangkan, nikmat apa yang bisa menandingi jaminan keselamatan dan kebahagiaan di akhirat, sedangkan kita tahu bahwasanya kita akan hidup di sana dalam rentang ribuan tahun, bahkan abadi. Dan hidup ini tidak lebih dari sekuku dibandingkan dengan kehidupan akhirat. 

Seorang mukmin yang memiliki visi yang benar tidak akan dibuat sedih oleh kesulitan hidup yang tidak sebanding dengan kebahagiaan dan keselamatan hidup di akhirat. Apalagi hal itu berkaitan dengan hal-hal sepele seperti kekurangan harta, kesulitan menemukan jodoh, perundungan dari teman-teman atau mendapatkan tekanan pekerjaan yang sangat berat. Dia tidak akan mengalami depresi, karena hal-hal tersebut (yang bersifat duniawi) dimaknai dengan tidak begitu serius karena sifatnya yang fana. 

Maka saya pernah menyampaikan dalam postingan beberapa waktu lalu, bahwasanya orang mukmin tidak mungkin depresi yang disebabkan oleh tekanan kehidupan. Tekanan mental, dalam hemat saya, bisa diatasi dengan pemahaman agama yang utuh dan ritual keagamaan yang benar. Tentunya, psikologi positif bisa membantu dalam upaya kita mendapatkan dua kondisi di atas. 

Seorang mukmin harusnya yakin, bahwa dengan adanya kehadiran Allah, semua masalah pasti sepele. Jika saja Allah menjanjikan kita kebahagiaan di akhirat bagi orang yang beriman dan berbuat kebajikan, tentu sangat mudah bagi Dia untuk menyelesaikan masalah kita di dunia. Kuncinya adalah percaya (iman). 

Tentu kondisi kaum beriman yang (seharusnya) selalu bahagia ketika hidup di dunia tidak menjadikan dia terlena akan potensi azab yang (mungkin) akan diberikan oleh Allah karena kelalaian kita. Maka khauf (rasa takut) akan azab Allah tetap harus dipelihara, supaya kita tetap waspada. Tentunya, sikap ini kita seimbangkan dengan raja’ (berharap) akan rahmat Allah yang sangat luas. Wallahu a’lam. []