Menjaga Amanat Kehidupan – Kandungan Q.S. Al-Ma’arij ayat 32-33

ALLAH s.w.t telah menganugerahi kita kehidupan untuk kita gunakan sebaik-baiknya dengan beribadah kepada-Nya; menjalankan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Beribadah adalah bentuk penunaian kita akan amanat yang dititipkan kepada setiap manusia di muka bumi (Lihat Q.S. Al-Ma’arij ayat 32-33). 

Maka tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali patuh akan apa yang telah ditetapkan oleh Allah melalui ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh para nabi. Segala bentuk penyimpangan akan ketetapan-Nya adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat yang diemban, sehingga konsekuensi terburuk adalah kehidupan pedih di neraka seperti yang dijanjikan Tuhan.   

Tunduk akan ketetapan Tuhan harus menjadi visi setiap manusia beriman. Setiap gerak langkah harus diarahkan padanya. Supaya visi ini menjadi konkret maka, setiap insan wajib mengejawantahkannya dalam bentuk misi, yaitu semua apa yang mereka lakukan di muka bumi.

Apakah itu artinya sepanjang waktu kita harus menunaikan shalat? Mengingat itu adalah ibadah yang sangat penting? 

Tentu tidak. 

Allah Maha Baik. Dia menggariskan bahwa bentuk penyembahan kepada-Nya tidak terbatas pada ibadah-ibadah ritual berbentuk shalat, haji, zikir, tapi juga mencakup semua apa yang kita lakukan yang didasarkan pada ketakwaan kepada-Nya. 

Untuk itu, Hadits Nabi s.a.w. tentang niat menjadi penting dalam konteks ini. Ketika kita berangkat meninggalkan rumah – untuk berdagang, ngantor, mengajar – asal itu dilaksanakan secara halal dan diniatkan sebagai ibadah kepada-Nya, maka itu sudah termasuk menunaikan amanat kehidupan. 

Hal yang terlihat sepele dan menyenangkan – misalnya tidur, bercengkrama dengan keluarga, ngobrol dengan teman-teman – apabila didasari dengan niat yang benar, maka itupun sudah diganjar sebagai amal saleh. 

Sungguh indah bukan? 

Ajaran Islam yang sangat flexible ini tentu akan memudahkan manusia untuk hidup di muka bumi. Ini selaras dengan hadits Nabi saw yang berbunyi: 

“Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan, dan (dalam beramal) hendaklah pertengahan (yaitu tidak melebihi dan tidak mengurangi), bergembiralah kalian, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah) dengan amal-amal kalian pada waktu kalian bersemangat dan giat”.

Menunaikan amanat kehidupan tidak pernah sesederhana seperti apa yang ada dalam ajaran Islam. [] 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s