Takut terhadap Azab Allah swt – Kandungan Q.S. Al-Ma’arij ayat 27 – 28

Langkah kelima agar terhindar dari penyakit halu’, adalah sikap takut dan percaya terhadap azab Allah swt. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindar dari siksa-Nya, kecuali berkat rahmat-Nya yang begitu luas. 

Seorang mukmin yang memiliki karakter ini tidak akan pernah gelisah dengan kesulitan hidup karena dia yakin bahwa dunia ini fana; yang abadi hanya kehidupan akhirat. Kesulitan di dunia hanyalah secuil bila dibandingkan dengan dahsyatnya siksaan di alam kubur maupun akhirat. 

Selanjutnya, ketakutan akan azab Allah akan mendorong seseorang pada ketaatan. Dalam terminologi Islam, hal ini dinamakan khauf. Tentunya, sikap ini dibarengi dengan raja’, harapan akan rahmat Allah swt. Dengan begitu, seorang muslim akan selalu mawas diri karena takut akan azab-Nya, sekaligus berharap akan kasih sayang-Nya yang besarnya melebihi samudra. 

Fakhruddin Ar-Razi mencatat bahwa sikap takut ini mencakup dua hal: pertama, takut akan meninggalkan kewajiban seperti shalat, zakat, puasa, dan amalan lainnya yang bernilai ibadah. Kedua, khawatir terjerumus pada hal-hal yang berbahaya yang dapat mengundang murka-Nya. Sikap ini akan memotivasi seorang muslim untuk menjalankan semua perintah Allah yang dibebankan (taklif), dan menjauhi semua larangan-Nya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s