Menjaga Shalat

Shalat. Sumber (pinterest)

@syahruzzaky 

Kehidupan modern bagaikan dua sisi koin yang berbeda; ia memudahkan kita untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, sekaligus mewajibkan kita untuk bekerja dalam tekanan apabila ingin mendapatkan privilege-nya.

Acap kali tekanan yang diberikan oleh modernitas membuat kita lelah dan cemas. Mungkinkah kita survive? Atau malah tersungkur menjadi pecundang? 

Mereka yang akhirnya menjadi pecundang banyak yang berujung pada kehidupan yang selalu dirundung keluh kesah. 

Hidup miskin di era modernitas membuat kita berada pada posisi yang tidak diuntungkan; tidak bisa menikmati kemudahan yang diberikan oleh zaman. Mau ikut tren fashion masa kini, misalnya, itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Kalau tidak bisa menahan hawa nafsu, maka kita akan memanfaatkan fasilitas hutang/kredit. Akan tetapi, semakin kita tidak bisa membendungnya, bukan tidak mungkin terjebak hutang yang menggunung. Debt Collector akan siap-siap menghantui hidup kita, sampai hotel predeo bisa jadi menjadi salah satu tempat yang akan kita singgahi. 

Dalam kondisi ini, keluh kesah akan menjadi suasana hati sepanjang hari. Dalam tahap yang lebih parah, muncul beberapa penyakit mental seperti stres, depresi, cemas, dan yang lainnya. Bahkan, tidak sedikit yang berujung pada menghabisi nyawa sendiri. 

Dalam posisi ini, manusia terbelah menjadi tiga kelompok: mereka yang percaya pada psikologi positif, kepada agama, dan kepada dua-duanya. Saya tidak hendak membenturkan antara agama dan sains, tapi sebagai seorang beriman, alangkah lebih baiknya melihat apa yang ditawarkan oleh Islam sebagai solusi atas permasalahan ini, di samping terapi berdasarkan ilmu psikologi modern. 

Al-Qur’an menawarkan shalat sebagai salah satu solusi atas permasalahan umum dari manusia modern ini (Q.S. Al-Ma’arij ayat 19-23). Namun, shalat yang dimaksud bukan sekedar gerakan rukuk, sujud dan i’tidal. Solusi yang ditawarkan adalah shalat yang terjaga. Apa dan bagaimana shalat yang terjaga tersebut – yang Insya Allah akan mengantarkan kita pada ketenangan jiwa? 

Para mufassirin (ahli tafsir) memberikan beberapa penjelasan tentang Q.S. Al-Ma’arij ayat 22 – 23. Di ayat ini, Allah s.w.t bersabda bahwa orang-orang yang menjaga shalat – dengan mendawamkannya – akan terbebas dari sifat keluh kesah yang dimiliki oleh manusia. Namun shalat tersebut bukanlah sekedar gerakan fisik nirmakna, tapi memiliki beberapa kriteria. 

Prof. Wahbah Az-Zuhaily, pakar tafsir ternama asal Suriah, menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah shalat fardhu lima waktu yang dikerjakan secara rutin, tanpa ada yang tertinggal dalam keadaan apapun. Meskipun kehidupan dunia memberikan kita ruang sedikit untuk rehat, jangan sampai kita berani meninggalkan shalat. Karena itu modal kita satu-satunya untuk merawat jiwa kita dari segala penyakit jiwa. 

Hal lain yang bisa kita lakukan dalam menjaga shalat adalah memperhatikan tata caranya: melaksanakan wudhu yang benar, menjaga aurat, memperhatikan kiblat, dan berusaha untuk senantiasa tepat pada waktunya. Ini adalah prasyarat standar dalam aspek fikih. 

Selanjutnya adalah memperhatikan aspek tasawuf dari shalat yaitu menjaga kekhusyuan, menjauhi riya’ dan melaksanakan hal-hal yang sunat dari shalat, termasuk mengerjakan shalat-shalat sunnah yang dianjurkan. Yang lebih penting dari aspek ini adalah bagaimana kita menjadikan shalat sebagai wahana penghubung (silah) kita dengan Tuhan, sehingga kita benar-benar merasa dekat dengan Dia. Jika ini tercapai, maka kita telah mendapatkan benefit psikologis dari ibadah shalat. 

Hal yang lebih penting lainnya dalam menjaga shalat adalah berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan hal sia-sia yang melanggar batasan agama. Karena kita tahu bahwa shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al Ankabut: 45). 

Apabila kita STMJ (shalat terus, maksiat jalan) maka itu tanda shalat kita belum diterima oleh-Nya. Tapi, dengan begitu bukan berarti kita berhenti dan menyerah. Yang bijak adalah bagaimana kita memperbaiki shalat sebagai wahana untuk menghentikan maksiat. 

Semoga Allah swt membantu kita untuk senantiasa menjaga shalat kita, sehingga mengantarkan kita pada ketenangan jiwa dan batin. Aamiin. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s