Ibrah dari Perjalanan Dakwan Nabi Yunus AS – Ulasan Kitab Tafsir Q.S. Al-Qalam ayat 48 -50

photo credit: nour academy

PERJUANGAN dalam menyebarkan Risalah Islam senantiasa akan mendapatkan resistensi dari berbagai pihak, baik dari yang mengaku sebagai kerabat maupun dari mereka yang nyata-nyata menunjukan perlawanan.

Namun, Allah swt memerintahkan kita untuk rida atas apa yang telah ditetapkan oleh-Nya, baik itu kemudahan dalam berdakwah maupun kesulitan yang harus kita pikul. Jangan sampai beban berat yang harus kita emban ini membuat hati ciut, sehingga terpaksa harus meninggalkan perjalanan dakwah.

Menurut Al-Maroghi, Rasul pun pernah merasakan beban berat yang harus dipikul, terutama ketika menghadapi ancaman dari segelintir orang yang menolak dakwah beliau. Puncaknya, saat kaum Tsaqif melakukan perlawanan, Nabi saw berdoa kepada Allah swt untuk untuk kebinasaan mereka. Alih-alih mengabulkan doa ini, Allah swt justru menurunkan ayat ini berupa seruan untuk rida terhadap apa yang ditetapkan Allah swt dengan mengambil ibrah dari apa yang terjadi pada Nabi Yunus a.s.

Nabi Yunus a.s. – dengan penuh amarah – meninggalkan medan perjuangan ketika melihat perlawanan yang sangat kuat dari kaumnya. Untungnya, Allah swt Maha Rahim. Dia saw ‘menyelamatkan’ Nabi Yunus a.s. dengan sebuah kejadian yang membuat beliau sadar dan segera bertaubat.

Nabi Yunus a.s. dilempar dari perahu yang beliau tumpangi dalam masa pelarian. Di dalam derasnya ombak lautan, beliau dimakan oleh seekor ikan paus. Di dalam perut paus tersebut, qadarullah, terdapat sebuah perenungan mendalam atas perjalanan dakwah yang telah beliau lalui. Lalu, beliau tertaubat dan berdoa, “tidak ada Tuhan melainkan Engkau (Allah swt). Sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang zalim.”

Allah Maha Rahim. Dia menyelamatkan Nabi Yunus a.s. dengan mendamparkannya di sebuah pulau. Lalu, beliau bisa melanjutkan kembali tugasnya sebagai nabi sekaligus rasul yang telah dipilih oleh Allah swt.

Menurut Wahbah Az-Zuhaili, kata ‘laula’ – seperti yang tertulis dalam permulaan ayat 49 – menunjukan bahwa ‘amarah’ Allah swt tidaklah sampai melekat pada diri Nabi Yunus a.s. Justru, Allah swt menjadikan Yunus dalam golongan orang-orang yang saleh dan melanjutkan tugas dakwah kepada lebih dari seratus ribu orang dari kaumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s