Dua Alasan Pengingkaran Kaum Kafir dan Bantahan Terhadapnya – Ulasan Kitab Tafsir Q.S. Al-Qalam ayat 46-47

Allah swt menyebutkan beberapa kemungkinan kaum kafir enggan untuk percaya terhadap risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw (baca: Risalah Alquran). Pertama, mereka berpikir bahwa untuk mengikuti kajian-kajian yang diadakan Rasul saw, mereka harus menyiapkan upah – yang kelak menjadi hutang bagi mereka – sebagai balasan atas kerja Rasul saw. Kedua, pengetahuan mereka terhadap hal-hal yang gaib sehingga mampu menyangkal kenabian Muhammad saw.

Dalam realitanya, kedua hujjah tersebut tidak pernah terbukti. Dalam menjalankan misi-Nya, Rasul saw tidak pernah mengutip upah sepeser pun. Justru beliau harus banyak berkorban baik harta maupun tenaga demi tegaknya risalah Islam. Pun begitu, Kaum Kafir Quraisy tidak pernah memiliki informasi tentang hal-hal gaib, sehingga tidak ada satu pun argumen yang bisa mereka gunakan untuk membantah kenabian Muhammad saw.

***

Namun, pada akhirnya, menurut Al-Maroghi Kaum Kafir Quraisy tetap enggan untuk mengikuti Rasul saw meskipun telah terbentang di hadapan mereka bantahan atas kemungkinan alasan atas keraguan mereka terhadap risalah yang dibawa oleh Alquran.

Fakta bahwa Nabi saw tidak pernah mengutip sepeserpun ujrah atas misi kenabiannya dan ketidaktahuannya Kafir Quraisy atas apa yang tertulis di lauhul mahfudz tidak terbantahkan. Tapi, kebodohan (jahl) dan keras kepala (‘inad) membuat mereka tetap jauh dari hidayah.

Menurut Buya Hamka kedua ayat ini adalah pertanyaan ingkar dari Allah swt atas fakta pengingkaran Kafir Quraisy. Tentu, Allah swt bukan tidak mengetahui hal ini sehingga perlu menanyakannya, akan tetapi lebih dimaksudkan menohok argumen yang mereka yakini.

***

Ada sejuta alasan untuk kita tidak mempercayai risalah Islam, tetapi ada berjuta argumen lainnya yang membantahnya, baik  dari ayat-ayat qauliyah seperti termaktub dalam Alquran dan Hadis, maupun ayat-ayat kauniyah yang terbentang dalam alam semesta ini.

Namun, kebodohan dan sikap keras kepala akan tetap membuat kita semakin jauh dari pintu hidayah. Na’udzubillah. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s