Istidraj – Inspirasi Q.S. Al-Qalam 44-45

pinterest

Apakah nikmat yang Allah swt berikan adalah anugrah kemuliaan dari-Nya? Belum tentu. Bisa jadi justru itu adalah bentuk penghinaan-Nya sebagai balasan atas pengingkaran pada syariat-Nya dan pembangkangan terhadap-Nya.

How come?

Kenikmatan jenis ini – yang sejatinya adalah penghinaan atau dalam bahasa Alquran dinamakan istidraj – entah itu berbentuk umur yang panjang, kesehatan yang prima, dan harta yang melimpah adalah bentuk penangguhan Allah swt atas azab yang akan Dia timpakan kepada penerimanya.

Limpahan nikmat tersebut akan membuat mereka terlena dan merasa percaya diri: everything’s fine with their life. Lalu, hal itu membuat mereka tidak perlu merasa bersalah, meskipun telah menjadi bagian terdepan dari mereka yang menentang syariat Allah swt.

Mereka percaya bahwa menyerang syariat-Nya tidak akan berdampak apa-apa, baik itu untuk kehidupan mereka di dunia maupun di akhirat. Buktinya, selama ini mereka baik-baik saja. Mereka tidak salat, misalnya, akan tetapi tetap bisa makan, bahkan melebihi dari apa yang didapat oleh orang-orang yang tunduk pada syariat-Nya.

Seperti yang telah saya ungkapkan di muka, sejatinya nikmat tersebut adalah tipu daya Allah swt terhadap mereka, sehingga mereka tidak sadar bahwa suatu saat nanti, secara perlahan, Allah swt akan menjerumuskan mereka pada jurang kehinaan. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah min zalik.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s