Kebohongan dan Sumpah Palsu – Inspirasi al-Qur’an Q.S. Al-Qalam (68: 10)

ufunk.net / pinterest

DI negeri antah berantah sana, jutaan manusia geger dengan pengakuan seorang insan akan sebuah kejadian yang ternyata hanya sebuah kebohongan yang dibuat-buat. Bagaimana tidak, beberapa hari sebelumnya mereka merasa iba dan simpati atas musibah yang menimpanya, tapi di kemudian hari dia melakukan sebuah pernyataan bahwa pengakuannya tersebut hanya bohong belaka.

Kawan-kawan karib mereka, yang terkadung percaya dengan pernyataannya, kecewa dan malu karena harkat dan martabat mereka direndahkan. Bukan hanya kawan mereka tapi seluruh manusia yang mengikuti proses ini dari awal merasa direndahkan akal sehatnya; bagaimana mungkin seseorang bisa berbohong dengan sempurna dan disaksikan jutaan pasang mata.

Padahal sebelumnya kita mengenalnya sebagai seorang pengkritik ulung, pembela HAM dan demokrasi, dan penolong kaum termarjinalkan. Dia menggambarkan diri sebagai orang yang kuat di saat mayoritas manusia memandang kaumnya sebagai golongan yang lemah.

Dia bak pahlawan bagi rekan-rekannya, karena berani menyerang pemimpinnya. Dia memberanikan diri menjadi corong bagi rakyat yang tersumpal mulutnya untuk menyuarakan keluh kesah atas keadaan yang ada.

Tapi ternyata, kemarin kita tahu, bahwa itu adalah sebuah kebohongan belaka.

***

SUNGGUH kebohongan dan sumpah palsu adalah sumber dari segala keburukan dan pangkal dari semua aib.

Betapa banyak dari kita menjadikan sumpah – baik terhadap yang hak dan batil – sebagai tameng untuk menutupi kelemahan dan kehinaan kita. Busuk dan kotornya perangai diri kita poles dengan luaran yang sempurna; baju yang indah, wajah nan rupawan, dan pernyataan lugas dari perkataan kita, sehingga banyak orang tertipu dan terkagum-kagum.

Kebohongan dan sumpah palsu adalah sikap pengecut yang tidak mau menghadapi realitas dengan gentle. Alih-alih menghadapinya dengan tegak, kita justru ‘menghinakan’ Sang Pencipta dengan lebih memilih tepuk tangan manusia daripada keridaan-Nya yang notabene dapat menyelamatkan diri kita dari dahsyatnya api neraka.

Al-Qur’an memiliki sikap jelas terhadap tipikal manusia seperti ini: jangan mengikutinya! []


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s