Amalan tidak Mungkin Berkhianat – Kandungan Q.S. An-Nazi’aat ayat 34 – 41

khianat

Hidup adalah proses memilih di antara sekalian pilihan yang ada dalam kehidupan. Uniknya, manusia diberikan kebebasan oleh Allah swt untuk memilih jalan hidupnya; apakah dia mau taat atau ingkar; takwa atau durhaka dan lurus atau bengkok. Tentunya, setiap pilihan memiliki konsekuensi tersendiri dan dibebankan pada kita yang telah memutuskan pilihan tersebut.

Misi manusia di muka bumi adalah untuk beribadah kepada Allah swt, Sang Pencipta Alam. Namun begitu, Allah swt tetap memberikan kebebasan bagi manusia apakah mau menjalankan misi ini, atau dia memilih untuk meninggalkannya. Tentunya sebagai bentuk tanggungjawab terhadap pilihan ini, Allah juga telah menyiapkan balasan atas setiap pilihan. Dalam Q.S. An-Nazi’aat ayat 34-41, Allah swt menjelaskan dua konsekuensi terhadap pilihan yang telah diambil oleh manusia. Pertama, apabila manusia memilih untuk melanggar batas dan mengutamakan dunia, maka neraka jahim telah Allah swt persiapkan baginya di akhirat kelak. Sebaliknya, apabila dia takut kepada Tuhannya dan menahan diri untuk mengikuti hawa nafsunya, maka surga telah disiapkan baginya.

Ayat ini mengajarkan kita bahwa setiap keputusan mesti ada resiko yang melingkupinya. Misalnya saja kita memilih untuk beriman kepada-Nya dan menjalankan syariat-Nya, maka kita harus membayarnya dengan “menggadaikan” kesenangan duniawi kita demi Allah yang Maha Kuasa. Namun, pengorbanan ini insya Allah akan berujung bahagia karena Allah telah menciptakan surga baginya di akhirat kelak.

Sebaliknya, apabila kita lebih memilih kesenangan duniawi dengan mengabaikan semua peringatan Allah swt di muka bumi, maka itu pun memiliki konsekuensi. Kita harus ridha untuk mendapatkan jatah siksa neraka saat sasangkala ditiupkan oleh malaikat untuk yang kedua kalinya.

Kita coba lebarkan contohnya dengan kehidupan nyata manusia. Ketika seseorang memutuskan untuk bekerja keras dalam hidupnya, maka barang tentu Allah swt memberikan reward kepadanya berupa beberapa kesenangan duniawi seperti kekayaan yang melimpah, isteri yang shalehah atau putra-putri yang membanggakan. Namun, apabila orang tersebut memilih sebaliknya, maka kesulitan hidup sudah barang tentu siap menghampirinya; Insya Allah amalan kita tidak berkhianat, meskipun semuanya kembali kepada hak prerogratif-Nya untuk mengatur kehidupan. (*)

 

Advertisements

One thought on “Amalan tidak Mungkin Berkhianat – Kandungan Q.S. An-Nazi’aat ayat 34 – 41

  1. Pingback: Balasan Setimpal – Kandungan Q.S. An-Naba’ ayat 21-30 | Komunitas Al-Muhajirin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s