Syariat Islam

Cita-cita untuk membangun masyarakat berbasis syariat Islam bukan bermaksud menciptakan manusia-manusia hipokrit, seperti yang seringkali dilontarkan oleh saudara Ulil Absar, akan tetapi membuat sebuah lingkungan yang dapat mencegah dari penghambaan total terhadap hawa nafsu. Misalnya, ada memang orang yang diciptakan dalam fitrah sebagai penyuka sesama jenis, akan tetapi ketika syariat melarangnya, maka dia bisa menahan hawa nafsu untuk melakukan perbuatan seks menyimpang yang tercela. Di sini syariat Islam mencegah orang tersebut bebas menuruti hawa nafsunya, meskipun tentu saja ada satu dua yang tetap saja luput dari perhatian.

Dan manusia pun secara fitrah menyukai hawa nafsu, namun kesiapan kita dan pembentukan lingkungan untuk mengontrol hawa nafsu adalah kunci dari keselamatan kita di dunia. Untuk itu, masyarakat berbasis syariat Islam akan membantu masyarakat untuk bisa mengontrol hawa nafsunya sehingga mudah-mudahan tercipta masyarakat yang tertib dan kondusif. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s