Bukanlah Kemuliaan – Q.S. Al-Fajr 15-16

Sesungguhnya kemuliaan dan kehinaan bukanlah karena harta, tapi karena ketaatan dan kemaksiatan. Tentu hal ini berlaku apabila yang kita jadikan standar adalah Allah, bukanlah perspektif manusia. Lain halnya apabila kita melihat sesuatu dengan kaca mata manusia, maka yang terjadi adalah hal yang berbeda. Kemuliaan dan kehinaan diukur dari seberapa besar kita memiliki harta dunia.

Orang kaya bisa jadi hina, apabila congkak dengan kekayaannya dan tidak mau mengeluarkan sebagian hartanya di jalan-Nya. Pun dengan orang papa bisa juga hina dina ketika tidak mampu bersabar dalam kemiskinannya, dan terjerembab ke dalam jurang kemaksiatan.

Siapakah orang-orang yang menghamburkan uang di mereka di rumah bordir, diskotik dan meja judi? Tentulah orang kaya yang tidak mampu menysukuri atas karunia harta yang berlebih. Lalu, siapa yang melacurkan diri dengan bekerja siang dan malam di jalanan, pasar, dan terminal sampai melupakan shalat dan puasa? Tentu mereka yang ditakdirkan kekurangan harta sehingga harus berjibaku dengan pekerjaan sehingga lupa waktu.

Orang kaya pun bisa jadi mulia, apabila menggunakan cara yang tepat dalam mendapatkan hartanya dan menggunakannya di jalan Allah. Pun dengan orang miskin yang mendapat predikat mulia, ketika mampu bersabar dalam kemiskinanya dengan menahan diri dari hal-hal yang dapat melacurkan keimanan.

Lihatlah para filantropis Muslim kita yang rela mengeluarkan sebagian besar hartanya untuk memberi makan fakir miskin dan anak yatim. Lihat juga si papa di pedesaan dan perkotaan yang tetap bersabar menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya meskipun terhimpit kesulitan finansial. Mereka adalah orang-orang mulia yang bisa mensyukuri apa yang telah Allah anugerahkan kepada mereka.

Sekali lagi harta bukanlah tolok ukur kemuliaan. Ketika kita berazzam untuk mendapatkan kemuliaan, maka jangalah kita berpeluh kesah siang dan malam untuk mendapatkan harta yang berlimpah, sampai lupa ibadah. Akan tetapi tetaplah berjalan dalam koridor syariat-Nya dengan mematuhi segala perintah-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s