Islam yang Murni

quran2

Dahulu, Allah swt mengutus sayyidaana Musa dan Isa As untuk menyampaikan risalah ketauhidan kepada masyarakat mereka. Namun dalam perjalanan waktu, ketika mereka telah wafat, banyak penyimpangan yang membuat legitimasi ketuhanan Allah ‘dirusak’ dengan pemahaman-pemahaman non-tauhidik.

Misalnya, dalam risalah Nabi Musa as dikenal anak Allah, yaitu Ezra. Pun dengan risalah Nabi Isa AS, beliau ditahbiskan sebagai putra Allah, dan berganti nama menjad Yesus.

Dalam Islam pun, tidak menutup kemungkinan terjadi hal seperti itu. Lihat saja bagaimana orang mengkultuskan Nabi Muhammad saw, sehingga peringkatnya hampir sama dengan Allah. Tentunya, saya tidak sedang mengkritisi tradisi rajaban dan muludan sepeti yang ada dalam tradisi NU. Kita merayakannya hanya untuk mengenangnya dan bershalawat padanya. Bukan dalam rangka mengkultuskannya.

Yang cukup mengkhawatirkan, sekarang tumbuh subur tarekat-tarekat yang mensyaratkan baiat kepada mursyid sebagai jalan menuju Allah. Dalam pandangan saya, kita bisa mengenal Allah tanpa perantara manusia yang lain. Tentunya, kita minta pertolongan dari Allah supaya bisa selamat dari segala godaan keimanan.

Lalu bagaimana dengan syafaat Nabi Muhammad saw? Saya belum tahu. Saya harus menelusurinya lebih jauh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s