Pentingnya Rasul

rasul akhir zaman 1

Ada orang berpendapat bahwa kita tidak memerlukan rasul untuk menemukan kebenaran dari Allah swt. Akal kita sudah cukup untuk bisa menangkap pesan-pesan dari Langit tentang bagaimana kita menjalani hidup di dunia ini. Menurut mereka, akal adalah pemberian yang sangat berharga dari-Nya untuk umat manusia sebagai pengganti-Nya di muka bumi.

Dari kalangan agamawan, muncul gerakan inkarus-sunnah yang menolak otoritas Rasul dan hadits sebagai rujukan dalam menentukan hukum-hukum agama. Bagi golongan ini, hadits tidak mampu menandingi al-Quran dari segi otentikasi dan originalitas. Mereka juga merujuk kepada ayat-ayat al-Quran yang menunjukan kecukupan al-Quran sebagai sumber hukum Islam.

Dari kaum filosof, ada beberapa yang tidak mempercayai hadits, dan dalam titik tertentu ada yang menyepelekan otoritas hadits. Beberapa kalangan dari Muslim liberal, contohnya, menganggap syariat yang dibawa hadits seringkali tidak masuk akal, dan mempersempit ruang gerak kita di alam modern. Mereka melihat banyak hadits yang memiliki konteks masa lalu, sehingga tidak cocok untuk dipraktekan pada masa kini.

Mereka juga berargumen lemahnya studi periwayatan hadits yang ada dalam ulumul hadits. Sebagian dari mereka menolak sistem periwayatan hadits dalam menilai sebuah hadits, dan lebih memilih memakan metode sejarah, yang biasa diaplikasikan dalam penelitian ilmu sejarah kontemporer.

Yang lebih ekstrem, ada beberapa filosof Muslim yang berpendapat bahwa kehadiran Rasul ke muka bumi adalah sesuatu hal yang tidak perlu, karena kita tidak memerlukan manusia untuk bisa mencapai-Nya. Allah telah memberikan perangkat yang cukup untuk membawa manusia dalam memahami dan mencapai-Nya.

Pentingnya Rasul

Rasul bermakna utusan Allah swt yang mengemban tugas dalam menyampaikan ajaran Allah melalui wahyu yang disampaikan oleh Jibril. Dari sini saja sebenarnya sudah terlihat betapa pentingnya eksistensi Rasul dalam menyebarkan dan merawat eksistensi ajaran Allah di muka bumi. Rasul menjadi penting karena Allah tidak memberikan wahyunya ke sembarang orang. Hanya orang-orang terpilihlah dalam tingkat Rasul yang mendapatkan amanah untuk mengemban wahyu dan mengajarkannya ke umat manusia.

Dalam Q.S. Al-Bayyinah dijelaskan bahwa Rasul adalah penjelas, yang menjelaskan ayat-ayat Allah dan ajaran-Nya kepada umat manusia. Rasul pula yang menjadikan perselisihan antar umat karena permasalahan keagamaan dapat diselesaikan.

Dalam titik ini, kita memerlukan Rasul dan sunnahnya sebagai pensyarah ayat-ayat yang terkandung dalam al-Quran. Tergantung dari sikap anda apakah mau mempercayainya atau tidak. Wallahu a’lam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s