Terlena dengan Dunia

Keseimbangan Hidup

Pada kenyataannya dunia ini memang melenakan, sehingga ribuan orang terpedaya karenanya. Bak fatamorgana, orang-orang berlarian mengejar kenikmatan semu dunia, dan melupakan kenikmatan hakiki di akhirat kelak.

Lihat saja, jutaan orang menghabiskan hidupnya untuk bekerja, mencari uang, menghitungnya, dan menumpuknya. Seringkali, karena harus mengikuti proses ini, mereka melupakan hal-hal yang lebih penting. Mereka mampu bekerja 12 jam non-stop, tapi tak mampu meluangkan waktu 15 menit untuk rehat sejenak, bertemu Allah melalui shalat. Mereka bisa bekerja 7 hari seminggu, tapi tak mampu untuk sekedar bersapa dengan keluarga. Dunia sudah menutup mata kita untuk bertindak bijaksana.

Harta yang mereka tumpuk tidak akan pernah cukup, dan merasa harus untuk terus menambahnya. Jika hari ini dapat seribu, besok harus dua ribu. Jika besok dapat dua ribu, lusa harus tiga ribu. Begitu dan seterusnya, sampai mereka sampai pada satu titik, bahwa harta mereka akan membuat mereka kekal.

Hal itu tidak lain adalah untuk mendapat kenikmatan semu. Titel bergengsi, posisi prestisius, penghormatan yang tinggi, dan hal lainnya, yang justru mereka akan tinggalkan ketika ajal menjemput.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s