Peringatan bagi Penggunjing dan Penumpuk Harta – Kandungan Surat al-Humazah

money-main_full

  1. Dalam QS. Al-Humazah Allah swt melaknat orang yg suka mencerca orang lain.
  2. Meskipun konteks ayat tersebut merujuk pada Walid bin Mughiroh yang suka menghina Nabi, namun menurut hemat saya hal ini ditujukan juga bagi siapa saja yang suka mencerca orang lain dan selalu menyibakkan aib orang lain.
  3. Humazah dan lumazah adalah istilah yang ditujukan bagi orang yang suka menikam orang lain dari belakang dengan cara mengobrolkan aib orang lain, menyebarkannya dan bahkan melebih-lebihkannya.
  4. Dari sini kita bisa melihat cercaan terhadap orang lain dan menyebarkannya, meskipun apa yang dicerca benar adanya, bukanlah karakteristik ajaran Islam.
  5. Di antara ciri-ciri orang yang suka melaknat orang lain adalah selalu mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, karena bagi mereka kemuliaan hanya ada pada harta yang kita kumpulkan.
  6. Di hadapan mereka, orang lain tidak memiliki kemuliaan apa-apa. Jika orang lain memiliki harta yang lebih banyak dari dia, maka dia akan hasud. Jika orang tersebut lebih miskin, maka dia akan menghinanya dan merendahkannya.
  7. Mereka menyangka, harta yang mereka kumpulkan dan mereka hitung, akan membuat mereka kekal, padahal tidak.
  8. Kita melihat orang mengumpulkan harta dan menghabiskan jutaan dolar untuk operasi plastik, meremajakan kulitnya, makan makanan yang mengandung nutrisi yang menghambat penuaan, olahraga, dlsb dengan maksud menghambat taqdir ilahi: menjadi tua dan mati.
  9. Yang didapat tentunya bukan keabadian, tapi ancaman dari Allah memasukan mereka ke neraka hutomah, yang mana mereka tidak bisa kabur darinya karena diikat dalam sebuah pintu yang tertutup.
  10. Ada baiknya surat ini tidak dengan mudah kita gunakan untuk mendeskripsikan orang lain yang kebetulan memiliki ciri-ciri tersebut, tapi sebaiknya lebih ditujukan pada diri kita, supaya terjauh dari sifat-sifat yang telah disebutkan.
  11. Karena hanya Allah swt yang mampu secara akurat untuk menjudge orang tersebut masuk dalam golongan humaz dan lumaz.
  12. Apabila kita mencap seseorang dengan humaz dan lumaz maka saya khawatir justru kitalah yang termasuk  kategori tersebut karena berani mencap orang lain dengan hal jelek dan menyebarkan kejelekan tersebut.
  13. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s