<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Al-Muhajirin</title>
	<atom:link href="http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2009 14:31:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='komunitasmuhajirin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Komunitas Al-Muhajirin</title>
		<link>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/osd.xml" title="Komunitas Al-Muhajirin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Apa Itu Orientalisme?*</title>
		<link>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/apa-itu-orientalisme/</link>
		<comments>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/apa-itu-orientalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppcondong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Randi Muchariman, SIP** Universitas Siliwangi, 31 Oktober 2009 Orientalisme berasal dari bahasa latin. Dalam sejarah awalnya, orientalisme itu berangkat dari sebuah mitos tentang negeri Timur atau negeri matahari terbit. Di Barat, timur dianggap sebagai negeri matahari terbit atau negeri pagi karena matahari mulai naik dari sebelah timur. Karena itulah, Timur dianggap sebagai sebuah negeri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komunitasmuhajirin.wordpress.com&amp;blog=10171757&amp;post=6&amp;subd=komunitasmuhajirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh: Randi Muchariman, SIP*</em></strong>*<br />
Universitas Siliwangi, 31 Oktober 2009</p>
<p>Orientalisme berasal dari bahasa latin. Dalam sejarah awalnya, orientalisme itu berangkat dari sebuah mitos tentang negeri Timur atau negeri matahari terbit. Di Barat, timur dianggap sebagai negeri matahari terbit atau negeri pagi karena matahari mulai naik dari sebelah timur. Karena itulah, Timur dianggap sebagai sebuah negeri yang memiliki sesuatu untuk pencerahan. Dalam sebuah istilah latin disebut <em>ex oriente Dux.</em> <em>Oriente </em>atau oriens berarti yang terbit, sedangkan <em>dux </em>berarti timur atau sumber cahaya. Karena itulah, orientalisme kemudian dipahami sebagai sebuah tradisi akademik di Barat yang mempelajari negeri-negeri di sebelah Timur.</p>
<p>Tradisi akademik tersebut tentunya lahir dan berkembang tidak tanpa motivasi. Namun tradisi itu diilhami oleh motivasi dan mempunyai dua sayap utama yaitu misionaris dan kolonialis. Orientalisme di satu sisi adalah upaya Barat untuk memuluskan misi kristen mereka di dunia Timur. Dan di sisi lainnya, Orientalisme telah menjadi satu cara untuk memaksimalkan upaya penjajahan Barat di dunia Timur. Barat beranggapan bahwa untuk menjaga penjajahan memerlukan ilmu pengetahuan tentang masyarakat yang akan dijajah. Barat berprinsip bahwa <em>knowledge is power </em>(ilmu adalah kekuasaan).</p>
<p>Karena itulah, orientalisme telah menempatkan Timur sebagai objek. Timur dianggap statis, pasif, mundur, inferior, bahkan mungkin tidak beradab dan belum penuh ber-evolusi dan mudah ditaklukan.</p>
<p>Karena itulah, orientalisme sesungguhnya adalah sokoguru utama penjajahan Barat di Timur. Dan karena itulah pula, sampailah pada satu pemahaman bahwa sesungguhnya penjajahan yang paling hakiki, dengan derajat eksistensinya yang tertinggi, berbentuk penjajahan intelektual atau bisa kita sebut dengan imperialisme epistemologi.</p>
<p>Imperialisme epistemologi atau imperialisme intelektual dewasa ini bisa kita pahami sebagai sebuah pembagian kerja (intelektual) antara dunia pertama dengan dunia ketiga (dunia pertama sering diartikan sebagai negara-negara yang berkiblat kepada blok Barat atau blok Timur pasca perang dunia ke 2. sedangkan dunia ketiga adalah negara yang tidak termasuk kedua blok tersebut. Negara-negara itu dianggap memiliki masyarakat yang tradisional, tidak berkembang dan kolot. Banyak dari negara dunia ketiga tersebut adalah negeri-negeri Muslim). Pembagian kerja tersebut ditandai oleh tiga ciri berikut (beberapa penjelasan di bawah ini didasarkan pada apa yang dikemukakan oleh Prof.Dr. Syed Faried Alatas):</p>
<ol>
<li>Dunia      pertama atau Barat, khususnya di dalam ilmu kemasyarakatan (atau soshum),      mengkhususkan diri dalam teori dan empiris. Sedangkan dunia ketiga hanya mengkhususkan      diri dalam empirisme.</li>
<li>Dalam      ilmu kemasyarakatan, Barat mengkaji masyarakat di luar masyarakatnya      sedangkan dunia ketiga hanya mengkhususkan diri mengkaji dalam      masyarakatnya sendiri.</li>
<li>Di Barat      ilmu kemasyarakatan sering membuat kajian perbandingan, tapi di dunia      ketiga hanya melakukan kajian kasus.</li>
</ol>
<p>Karena itulah, dalam tradisi orientalisme lama (sebelum awal abad ke 20) dalam memandang Timur, khususnya dunia Islam, Barat beranggapan bahwa:</p>
<ol>
<li>Bahwa      Barat adalah beradab sedangkan bukan barat adalah tidak beradab atau      biadab.</li>
<li>Barat      adalah masyarakat maju dan bukan Barat adalah masyarakat mundur.</li>
<li>Barat      itu berakal atau waras sedangkan bukan Barat itu tidak berakal atau tidak      waras.</li>
</ol>
<p>Masyarakat bukan Barat dianggap tidak mempunyai syarat-syarat untuk maju. Barat percaya akan hal itu. Dan menurut Barat, itu hanya dapat diatasi dengan penjajahan.</p>
<p>Hal tersebut bukan sesuatu yang aneh ketika kita mengetahui bahwa orientalisme tidak bisa disebut semata sebagai tradisi intelektual yang murni. Dalam memahami Timur dan Islam khususnya, orientalisme telah salah memahaminya dan tetap menjaga kelestarian cara pandang yang salah tersebut sehingga menjadi satu gaya berfikir yang terus berkembang hingga saat ini. Karena itulah, meskipun Barat saat ini telah mulai menyadari kesalahan tersebut (terlebih setelah Edward Said menulis buku yang berjudul <em>Orientalisme </em>yang telah mengatakan para orientalis sebagai orang-orang yang jahat, hingga dewasa ini seseorang tidak lagi ingin disebut sebagai orientalis. Tapi kemudian diganti dengan indonesianis dll)  namun pada dasarnya Barat tetap menepikan Timur dan Islam sebagai sumber ilmu.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah ketika orang-orang Barat meneliti tentang Islam dan masyarakatnya. Islam tidak pernah didefinisikan sebagai sebuah dien dan peradaban sebagaimana orang-orang Islam mendefinisikannya. Namun Islam didefinisikan sebagai sebuah religion yang berangkat dari pemahaman mereka terhadap agama Kristen. Sehingga akhirnya, mereka menganggap Islam sebagai satu puncak kebudayaan dan bukan sebagai sebuah risalah yang diemban oleh Rasulullah SAW.</p>
<p>Sebagian antropolog misalnya, akhirnya berkesimpulan bahwa agama hanyalah sebuah penjelasan yang membuat rasa nyaman secara psikologis bagi manusia atas masalah-masalah yang tak bisa ditanganinya atau membebaninya. Sehingga akhirnya mereka menyatakan bahwa alam akhirat ada sebagai fungsi psikologis. Akhirat tidak nyata, sehingga mereka tidak mengimaninya (lihat di : Gertz,Clifford.1992.Kebudayaan dan Agama.Kanisius.Yogyakarta).</p>
<p>Memang orientalisme tidak khusus mempelajari Islam. Namun Islam sesungguhnya menempati posisi yang khusus ketika berhadapan dengan Barat sehingga banyak kegiatan orientalisme tertuju kepada Islam. Seperti mana yang kita ketahui, satu-satunya peradaban yang mampu mengalahkan dan menggetarkan Barat hanyalah Islam (lihat di : Huntington, Samuel P.2006. Benturan Antar Peradaban. Qalam.Yogyakarta  ). Selain itu, Barat banyak melakukan penjajahan di negeri-negeri Muslim yang mana negeri-negeri itu sangat kaya dan berpotensi besar baik dengan sumber daya alamnya maupun dengan sumber daya manusianya.</p>
<p>Namun, penjelasan yang lebih mendasar sesungguhnya bisa kita dapatkan dari Maryam Jamilah. Dalam bukunya (lihat di : Jamilah, Maryam.1994.Islam dan Orientalisme; Sebuah Kajian Analitik.PT Raja Grafindo Persada.Jakarta) ia menulis :</p>
<p>”Penerimaan setiap kata dalam al-quran secara harfiah sebagai ucapan langsung Allah , sebagai wahyu yang sempurna dan yang terakhir, yang tidak akan pernah berubah ataupun dipalsukan, yang dibarengi dengan kewajiban untuk menaati Sunnah Rasul sebagai satu-satunya penafsiran [al-Qur’an] yang sah, yang merupakan senjata paling ampuh bagi Islam untuk menentang ajaran-ajaran filsafat yang asing dan penuh kontradiksi itu-dan senjata semacam itu tidak dimiliki oleh agama manapun-, menggoyahkan sama sekali ‘para ahli Islam’ di Eropa dan Amerika. Islam adalah sasaran pertama dan terakhir dari segala macam propaganda anti-agama karena ia secara tegas menolak relativitas moral dan dengan penuh keyakinan tetap mengakui adanya tujuan transcendental.” (halaman 2-3)</p>
<p>Begitulah, Barat menganggap Islam sebagai saingan dan bahkan ancaman serius bagi peradabannya yang sekuler-liberal. Karena itulah, segala upaya dilakukan oleh Barat untuk menghancurkan Islam. Dan tentu, serangan yang paling dahsyat itu adalah serangan pemikiran yang akan melenyapkan Islam itu sendiri secara hakiki. Sehingga akhirnya Islam hanya tinggal ada di ucapan saja (untuk memahami ini, kita bisa menggunakan penjelasan al Ghazali tentang tiga derajat eksistensi, yaitu pertama pada individu atau sesuatu yang dijelaskan, kedua adalah pada pikiran, ketiga dalam kata. Lihat di al Ghazali.1996.Al-Asma’ al Husna; rahasia nama-nama indah Allah.Mizan.Bandung.halaman 15-36).</p>
<p>Memang, orientalisme tidak semuanya tertolak. Ada banyak manfaat yang bisa diambil oleh ummat Islam. Namun tentu ada caranya dan kemampuan yang harus dimiliki untuk itu. Untuk itulah ummat Islam harus meningkatkan ilmu dengan ilmu ilmu Islam sehingga memiliki pengetahuan epistemologi yang kuat untuk mampu menentukan mana saja yang bermanfaat dan tidak. Mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang diterima dan mana yang ditolak.</p>
<p>Terutama untuk generasi muda Islam, kita harus belajar dari sejarah bagaimana orientalisme telah melangsungkan rencana jahatnya (sebagaimana bahasa yang dipergunakan oleh Maryam Jamilah) kepada ummat Islam. Kami kutip dua petikan berikut sekaligus mengakhiri tulisan singkat tentang orientalisme ini. Semoga penjelasan yang sedikit ini bisa membawa kebaikan dan menjadi ilmu bagi kita.</p>
<p><strong>“</strong>Orientalisme memang bukan kajian objektif dan tidak memihak Islam maupun kebudayaannya; yang diupayakan secara mendalam  bukanlah untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik dan orisinal melainkan  hanya rencana jahat  yang terorganisasikan untuk menghasut  para pemuda kita agar memberontak  terhadap agama mereka, dan mencemooh semua warisan sejarah Islam dan kebudayaannya sebagai warisan yang tidak berguna. Sasaran yang hendak dicapainya adalah mencipta kekeliruan sebanyak-banyaknya di kalangan pemuda-pemuda yang belum matang dan mudah ditipu itu dengan cara menanamkan  benih keraguan,sinisne dan skeptisisme.” (Jamilah, Maryam.1994.Islam dan Orientalisme; Sebuah Kajian Analitik. PT Raja Grafindo Persada.Jakarta .Hal 173-174 )</p>
<p>Tradisi ilmiah ini (maksudnya orientalisme_catatan dari kami), yang kemudian mulai diragukan kebenaran dan keilmiahannya, berusaha menanamkan dalam pikiran orang-orang, termasuk para pemuda Indonesia yang berpendidikan Barat, pengertian bahwa Barat dan segala ajarannya itu adalah lambang kemajuan dan kemodernan, sedangkan Islam dan ajarannya adalah lambang kemunduran, kekolotan, dan keterbelakangan. Kemudian ternyata bahwa pendapat seperti ini dapat pula berfungsi sebagai alat untuk mempengaruhi diri sendiri. Akibatnya orang-orang yang berpendidikan Barat di Indonesia benar-benar merasa dirinya maju dan modern, sedangkan orang-orang yang berpengetahuan Islam benar-benar pula merasa bahwa diri  mereka itu mundur, kolot dan terbelakang. Apabila hal yang dikemukakan ini benar, maka orientalisme adalah suatu gerakan berkedok ilmiah paling sukses yang pernah terdapat di Barat untuk menanamkan iwa kekalahan dalam diri kaum muslimin” <em> </em></p>
<p>(A Rahman Zainuddin. Islam dan Budaya Politik di Indonesia. Dalam buku <strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong><em>Alfian &amp; Nazaruddin Syamsuddin, penyunting.1991. Profil Budaya politik Indonesia.Jakarta Pustaka Utama Grafiti.</em>halaman 71)</p>
<p>Tulisan ini pun merujuk pada penjelasan Dr. Syamsuddin Arif tentang Orientalisme, serta tulisan Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi yang berjudul <em>Kerancuan Metodologi Orientalis dalam Studi Islam </em>di dalam Jurnal Islamia vol III, no 1. 2006.</p>
<p><em>*Materi Diskusi Sabtuan Komunitas Muhajirin Tanggal 31 Oktober 2009<br />
**Alumni FISIPOL UGM, penggiat Komunitas Muhajirin Universitas Siliwangi Tasikmalaya. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komunitasmuhajirin.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komunitasmuhajirin.wordpress.com&amp;blog=10171757&amp;post=6&amp;subd=komunitasmuhajirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/apa-itu-orientalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/96331b4e02f7d955d1e196d5d1639e2b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppcondong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan Kontemporer Dunia Islam*</title>
		<link>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/tantangan-kontemporer-dunia-islam/</link>
		<comments>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/tantangan-kontemporer-dunia-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppcondong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Randi Muchariman, SIP** Universitas Siliwangi, 31 Oktober 2009 Islam adalah sebuah dien sekaligus sebuah peradaban. Dengan mengutip penjelasan SMN Al Attas, Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi menjelaskan makna dien sebagai berikut: ”Islam yang diturunkan sebagai dien, sejatinya telah memiliki konsep semisalnya sebagai peradaban. Sebab kata dien itu sendiri telah membawa makna keberhutangan, susunan kekuasaan, struktur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komunitasmuhajirin.wordpress.com&amp;blog=10171757&amp;post=3&amp;subd=komunitasmuhajirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh: Randi Muchariman, SIP*</em></strong>*<br />
Universitas Siliwangi, 31 Oktober 2009</p>
<p>Islam adalah sebuah dien sekaligus sebuah peradaban. Dengan mengutip penjelasan SMN Al Attas, Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi menjelaskan makna dien sebagai berikut:</p>
<p>”Islam yang diturunkan sebagai dien, sejatinya telah memiliki konsep semisalnya sebagai peradaban. Sebab kata dien itu sendiri telah membawa makna keberhutangan, susunan kekuasaan, struktur hukum, dan kecenderungan manusia untuk membentuk masyarakat yang mentaati hukum dan mencari pemerintah yang adil.  Artinya dalam istilah dienn itu tersembunyi suatu sistem kehidupan.”</p>
<p>Sebagaimana yang diungkapkan di atas, Islam sebagai suatu dien sesungguhnya memiliki suatu system kehidupan yang akhirnya system kehidupan tersebut akan membentuk sebuah peradaban yang kemudian kita kenal sebagai peradaban Islam.</p>
<p>Peradaban Islam ini telah meluas bukan saja di tempat diturunkannya Islam di Jazirah Arab. Namun sampai ke wilayah Melayu dan Spanyol peradaban itu telah membangun dunia dalam peradaban yang dilandasi oleh wahyu tersebut.  Sebagian wilayah yang awalnya dibangun oleh peradaban Islam kini memang sudah tidak dikuasai dan bahkan tidak ditinggali oleh ummat Islam lagi (seperti di Spanyol). Namun sebagian besar memang masih ditinggali oleh ummat muslim meskipun para penguasanya tidak menggigit Alquran dan Sunnah sebagaimana para penguasa sebelum masa kepenguasaan mereka (seperti di Indonesia).</p>
<p>Wilayah-wilayah yang masih didiami oleh umat Islam itulah yang dalam tulisan ini kita sebut sebagai dunia Islam. Yakni untuk menunjukan satu tempat dan entitas dimana peradaban Islam dulunya pernah hidup dan berkembang disana. Juga untuk menunjukan sebuah tempat yang dulunya pernah ditegakan syariat Islam sebagai hokum positif yang mengatur kehidupan masyarakat dan Negara.</p>
<p>Apabila tantangan kontemporer dunia Islam pada masa ekspansi Negara-negara Eropa dan Negara penjajah lainnya adalah penjajahan. Pasca kemerdekaan negeri-negeri muslim dari penjajahan lalu mayoritas kekuasaan dipegang oleh orang-orang yang tidak bersedia menjalankan syariat Islam, tantangan dunia Islam pun berubah. Meskipun sumbernya sama dari para penjajah kafir dan peradaban Barat, namun bentuk dan para pelaksananya berbeda.</p>
<p>Bila pada masa sebelum kemerdekaan adalah berupa kolonialisme maka kini penjajahan berbentuk perang pemikiran dan neokolonialisme. Bila sebelumnya orang yang hendak menghancurkan Dunia Islam dengan pikiran dan perkataannya itu adalah orang-orang kafir, maka kini justru keluar dari mulut orang-orang yang dilahirkan dari orang tua yang beragama Islam. Apabila dahulu Barat hendak menghancurkan makna ilmu yang dimiliki Islam dengan modern Barat. Kini mereka hendak menghancurkan makna kebenaran yang dimiliki Islam dengan postmodern Barat melalui relatifisme, liberalisme, pluralisme dan tentunya masih sekularisme.</p>
<p><strong>Perang Pemikiran dan Neokolonialisme</strong></p>
<p>Perang Pemikiran sesungguhnya adalah masalah yang paling serius yang sedang dihadapi oleh dunia Islam. Orientalisme yang dilakukan Barat terhadap Islam hari ini sudah mencapai tahapannya yang paling tinggi. Apabila dahulu suara mereka masih disuarakan oleh orang-orang kafir. Hari ini suara-suara mereka sudah dilisankan oleh orang-orang yang lahir sebagai seorang muslim dan bahkan mendapat gelar sebagai orang yang ahli Islam.</p>
<p>Walhasil, penyangkalan terhadap al Quran sebagai sebuah kitab suci yang diturunkan oleh Allah yang dahulu dilakukan oleh para orientalis kafir kini sudah dilakukan oleh orang Islam yang berhasil dididik oleh mereka. Kondisi ini sesungguhnya sangat berbahaya karena mencoba merusakan dunia Islam langsung dari fondasinya dengan cara merusak qiro’ah, rosm, dan ma’na Al Quran yang ma’tsur.</p>
<p>Jika saja mereka dibiarkan terus menerus melakukan itu melalui segala caranya, maka dunia Islam tidak akan berbeda dengan Barat dan sungguh dunia Islam benar-benar akan lenyap sebagaimana lenyapnya Spanyol sebagai bagian dari dunia Islam. Orang-orang Islam meskipun beragama Islam, namun mereka akan memandang agama mereka sebagaiman orang-orang Barat memandang agama mereka (kristen).</p>
<p>Masalah yang kedua adalah masalah neokolonialisme. Perbedaan neokolonialisme dengan kolonialisem terletak dari kecanggihan model penjajahannya. Hakikatnya sama, yakni membuat negeri jajahan tidak maju namun tidak juga mati dan mengeruk kekayaan yang ada di negeri jajahannya untuk kemakmuran sebesar-besarnya di negeri para penjajah dan untuk kepentingan keabadian kapitalisme.</p>
<p>Sedangkan perbedaannya adalah para penjajah itu kini tidak lagi ada di negeri-negeri penjajah dan mengontrol pemerintahan di negeri itu secara langsung. Namun mereka menempatkan perusahaan multi nasional di negara itu dan mengontrol negeri jajahan itu berdasarkan kavling-kavling negara bangsa pasca perang dunia ke dua. Dengan neokolonialisme orang-orang di negeri jajahan merasa mereka sudah merdeka, padahal mereka sebenarnya tidak pernah merdeka.</p>
<p>Neokolonialisme tersebut sesungguhnya hanya bisa terjadi karena orang-orang yang ada di negeri jajahan telah terkena imperialisme epistemologi. Ketika terkena imperialisme epistemologi inilah, orang tidak akan merasa dirinya dijajah dan justru malah mendukung penjajahan yang dilakukan kepadanya. Baiklah, kami akan menjelaskannya dengan sebuah contoh.</p>
<p>Bahan Bakar Minyak atau BBM  hari ini harga di Indonesia untuk premium adalah 4500 rupiah. Harga tersebut ditetapkan pemerintah setelah pemerintah menetapkan subsidi terhadap BBM sehingga harga BBM yang seharusnya seharga 9000 atau sesuai harga pasar dunia bisa diturunkan hingga harga tersebut. Masyarakat maupun pemerintah yang memutuskan peraturan itu merasa benar dengan segala keputusan mereka. Karena sesuai dengan undang-undang memang seperti itulah seharusnya.</p>
<p>Namun, pernahkan kita bertanya ”dari mana dan bagaimana undang-undang tersebut bisa dibuat dan diputuskan?”. ”Apakah benar apa yang mereka putuskan itu?”. ”Jika ada yang merasa benar, mengapa mereka merasa benar?”.</p>
<p>Jawaban dari pertanyaan terakhir adalah ada yang merasa benar, mereka merasa benar karena epistemologi mereka yang berangkat dari empirisme dan rasionalisme mengatakan bahwa ilmu ekonomi sekuler mengatakan bahwa BBM adalah barang dagang yang boleh diperjual belikan di pasar, bahkan di pasar saham. Karena dengan itulah keuntungan akan terjadi secara besar dan berlipat. Akhirnya mereka merasa benar memutuskan itu. Karena keputusan tersebut lahir dari proses good governance (yang merupakan perwujudan dari neoliberalisme dalam bidang politik yang merupakan kelanjutan dari neoliberalisme) yang melibatkan pasar, masyarakat sipil dan pemerintah dalam membuat keputusan undang-undang di DPR.</p>
<p>Dari sana kita bisa mengetahui, bahwa masalah BBM itu akarnya berawal dari imperialisme epistemologi yang akhirnya meniadakan wahyu dan penjelasannya dari sunnah yang mengatakan bahwa (1) riba dilarang (2) bahwa BBM itu termasuk dalam barang umum yang tidak boleh diperjual belikan. (3) bahwa apa yang diputuskan oleh Al Quran itu tidak bisa dimusyarahkan lagi, kecuali bermusyawarah untuk mencari jalan agar bisa melaksanakannya.</p>
<p>Dengan imperialisme epistemologi wahyu saja bisa ditentang, apalagi sekedar undang-undang dasar yang bisa diamandamen. Inilah tantangan dunia kontemporer dunia Islam. Sesungguhnya inti masalahnya itu adalah dari rusaknya persepsi ilmu di dunia Islam sehingga merusak adab dan melahirkan pemimpin yang dzalim dan tidak adil. Dari sana muncul ilmu pengetahuan kontemporer (ilmu terBaratkan) yang akhirnya mengancam kesejahteraan dunia Islam.</p>
<p><em>*Materi Diskusi Sabtuan Komunitas Muhajirin Tanggal 31 Oktober 2009<br />
**Alumni FISIPOL UGM, penggiat Komunitas Muhajirin Universitas Siliwangi Tasikmalaya. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komunitasmuhajirin.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komunitasmuhajirin.wordpress.com&amp;blog=10171757&amp;post=3&amp;subd=komunitasmuhajirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/tantangan-kontemporer-dunia-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/96331b4e02f7d955d1e196d5d1639e2b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppcondong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/hello-world/</link>
		<comments>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppcondong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komunitasmuhajirin.wordpress.com&amp;blog=10171757&amp;post=1&amp;subd=komunitasmuhajirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komunitasmuhajirin.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komunitasmuhajirin.wordpress.com&amp;blog=10171757&amp;post=1&amp;subd=komunitasmuhajirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitasmuhajirin.wordpress.com/2009/10/29/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/96331b4e02f7d955d1e196d5d1639e2b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppcondong</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
