Orang Kafir

keajaibanislam.wordpress.com

keajaibanislam.wordpress.com

Hari-hari ini kita semakin antipati dengan kata “kafir”, seakan-akan nalar kita tidak bisa menentukan mana orang kafir, mana orang Muslim. Literatur Islam kontemporer “mengharamkan” kita untuk mencap kafir orang-orang yang memang dalam al-Quran jelas-jelas disebut kafir. Anda mungkin pernah menemukan statement dari seorang ‘ulama’ liberal yang mengatakan bahwa orang Budha, orang hindu, orang Nashrani, orang Yahudi, orang Majusi, orang ateis, orang Zoroaster bukanlah seorang kafir karena mereka hakikatnya menyembah tuhan yang sama. Faham ini kalau saya tidak salah dinamakan faham perenialisme dimana penggiat utamanya di Indonesia adalah senior saya di Gontor, Bapak Nurcholis Majid.

Apakah orang kafir itu ada? Jelas ada dan batasannya jelas dalam al-Quran. Mari kita tengok QS Ibrahim ayat 2 – 3

….وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ (2) الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآَخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ (3)

Terjemahannya kira-kira begini:

….celakalah bagi orang yang ingkar kepada Tuhan karena siksaan yang sangat berat (2) (yaitu) orang yang lebih menyukai kehid upan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu dalam kesesatan yang jauh. (3)

Ayat di atas jelas mencantumkan kata “kafir” dan menggambarkan ciri-ciri orang kafir yaitu 1) “orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat 2) dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok.”

Maka, ketika ada orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, bahkan ingkar dengan keberadaan akhirat, maka jelas kita bisa mencap dia sebagai orang kafir. Akhir-akhir ini di Barat, manusia sudah tidak percaya lagi dengan akhirat karena mereka menganggap hal itu irrasional. Stephen Hawking, astronom kenamaan itu pun menganggap akhirat itu tidak ada karena menurut dia setelah manusia mati, habis perkara. Tidak ada yang namanya hukuman akhirat.

Sekali lagi saya katakan, orang kafir itu ada, maka jangalah kita apriori dengan kata tersebut.

Begitupun dengan orang yang menghalangi-halangi jalan Allah dan mengingkan jalan yang bengkok bisa dikategorikan sebagai orang kafir. Apabila ada orang yang menyerukan manusia untuk ingkar kepada Allah, menghalangi tegaknya syariat Islam, mendukung kemaksiatan, mendukung ateisme – yang mana notabene hal itu adalah jalan yang bengkok, maka pemahaman kita terhadap ayat di atas bisa membawa kita pada kesimpulan bahwa orang yang masuk dalam kategori di atas adalah kafir.

Kita pun tidak perlu beretorika bahwa akal kita tidak bisa menjangkau pemahaman terhadap kedua ayat di atas!

Allah pun tidak main-main dengan orang kafir. Dia mengancam orang kafir dengan siksaan yang sangat berat. Bahkan, saking beratnya siksaan di akhirat, mereka selalu bermimpi untuk kembali ke dunia dan menjadi orang Muslim di sana. Tentunya penyesalan yang sia-sia.

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ )الحجر:2)

Wallahu a’lam

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s